Dandim 0101/BS Pimpin Acara Sertijab dan Korp Raport Pindah Satuan
Doc Photo: Acara Sertijab dan Korp Raport Pindah Satuan
Kabarnasional.Net, Aceh Besar – Komandan Kodim (Dandim) 0101/BS Letnan Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P memimpin langsung acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Korp Raport Pindah Satuan, bertempat di Aula Makodim 0101/BS Jalan S.T.A Mahmudsyah nomor 32, Gampong Baro Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh, Selasa (26/02/2019).
Dandim 0101/BS Letnan Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P, menuturkan bahwa serah terima jabatan yang dilaksanakan diantaranya Kapten Inf Abdul Hamid jabatan semula Komandan Koramil (Danramil) 20/Darul Kamal sekarang menjabat Danramil 03/Lhoknga.
“Sementara itu, jabatan Danramil 20/ Darul Kamal diisi oleh Kapten Arm Usman yang sebelumnya menjabat sebagai Danramil 21/Blang Bintang,” ujar Dandim.
Untuk jabatan Danramil 21/Blang Bintang diisi oleh Kapten Arh Hamka Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai Danramil 18/Ingin Jaya.
Sedangkan, jabatan Danramil 18/Ingin Jaya diisi oleh Kapten Inf Sumastono yang semula menjabat sebagai Komandan Unit Intel (Dan Unit Intel).
“Kemudian, Kapten Inf Parianto semula menjabat Danramil 17/Jantho bergeser ke jabatan Perwira Seksi Intel (Pasi Intel),” imbuhnya.
Dandim juga menyampaikan," "rotasi jabatan dan perpindahan satuan di lingkungan TNI merupakan hal yang lumrah dan wajar, “Tidak ada unsur lain dalam promosi jabatan dan pindah satuan di Kodim ini, semua itu berjalan sesuai waktu dan aturan yang berlaku serta sesuai dengan kebutuhan organisasi,” pungkas Letkol Inf Hasandi Lubis.
Acara tersebut diikuti oleh seluruh Perwira Staf, Danramil jajaran Kodim 0101/BS, perwakilan personel Koramil PNS Kodim 0101/BS dan pengurus beserta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Dim 0101.
Brimob Polda Banten Perketat Penjagaan Terhadap Kantor Bawaslu
Kabarnasional.Net, Serang- Menjelang pesta demokrasi masyarakat Indonesia pada bulan April mendatang, Personil Brimob Polda Banten terus laksanakam pengamanan kantor Bawaslu Provinsi Banten, Jalan Kelapa Dua, Serang, Senin (25/02/2019) Pukul 08.00 WIB
Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Dansatbrimob Kombes Pol Reeza Herasbudi SUK MH kepada awak media, Selasa (26/02/2019) membenarkan bahwa sebanyak 30 orang anggota satuan Ditsamapta Polda Banten untuk menjaga kantor bawaslu selama 1 x 24 jam setiap harinya.
"Sasaran dengan kegiatan ini adalah menjaga tempat, orang yang bertugas dan menjaga keamanan dilingkungan kantor Bawaslu Provinsi Banten,"terang Reeza
Dijelaskan Reeza, "kegiatan ini untuk menjaga keamanan dilingkungan kantor Provinsi Banten. Kegiatan dimulai dengan melaksanakan Apel serah terima piket jaga lama kepada piket jaga baru.
Melaksanakan giat standbay dipenjagaan Kantor Bawaslu Provinsi Banten, melaksanakan patroli siang hari di sekitar di kantor Bawaslu Provinsi Banten, situasi aman terkendali dan melaksanakan patroli malam disekitar kantor Bawaslu Provinsi Banten.
"Selama giat pengamanan tidak ditemukan hal yang bersifat mencurigakan serta dilaporkan kantor Bawaslu Provinsi Banten dalam keadaan aman terkendali,"tutup Reeza. (Ary)
Komsos, Sarana Babinsa Bina Hubungan Baik dengan Masyarakat Binaan
Kabarnasional.Net, Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Baitussalam Serda Samsuwar melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat binaan di salah satu warung di Desa Lamtipeng Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, Selasa (26/02/2019).
Serda Samsuwar mengatakan,"bahwa kegiatan Komsos merupakan sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus untuk mendekatkan diri dengan masyarakat binaan.
“Demi membina hubungan yang baik dengan masyarakat, supaya tetap kompak dan saling mengenal satu dengan lainnya,” ucapnya.
Selain membina hubungan yang baik, Lanjutnya dari pelaksanaan Komsos juga dapat berbagi informasi terkait keamanan dan perkembangan wilayah, serta ketertiban di lingkungan masyarakat.
“Ada banyak hal yang dapat kita peroleh melalui Komsos ini, selain hubungan dapat terbina dengan baik, kita juga bisa saling bertukar informasi khususnya mengenai perkembangan situasi di wilayah binaan,” imbuhnya.
Babinsa Desa Glee Bruuk Dampingi Petani Semprot Tanaman Padi
Kabarnasional.Net, Aceh Besar– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Glee Bruuk Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar Serda M. Ali Hanafiah Koramil 04/Lhoong melaksanakan pendampingan kepada petani dengan membantu menyemprot tanaman padi, Selasa (26/02/19).
Disela– sela kegiatan Serda M. Ali menjelaskan bahwa kegiatan penyemprotan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan asupan unsur hara mikro dan untuk mengendalikan hama serta penyakit.
“Unsur hara mikro dapat diberikan melalui penyemprotan dengan pupuk daun, sedangkan penyemprotan pestisida digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit,” jelas Serda M. Ali.
Ia juga mengatakan, "perlu diketahui ada beberapa teknik dasar yang dilakukan dalam penyemprotan tanaman padi, diantaranya yaitu waktu penyemprotan, bagian tanaman yang harus disemprot dan interval penyemprotan tanaman padi.
“Perlu diingat jangan lakukan penyemprotan di sore hari atau saat cuaca mendung bahkan hujan, karena nanti pestisida dan pupuk daun akan tercuci air hujan, dengan demikian pupuk yang kita semprot jadi sia-sia,” terangnya.
Dirinya menambahkan, "bahwa penyemprotan tanaman padi harus benar-benar diperhatikan secara baik dan benar, supaya hasil produksinya bisa maksimal.
“Sebab dalam penyemprotan tanaman padi memiliki peran penting dalam keberhasilan budidaya tanaman padi,” Pungkas Serda M. Ali.
Dwi Luhnuari Fokus Tingkatkan UKM Dan Pertanian Di Wilayah Barat Selatan
Doc Photo: Dwi Luhnuari Bincang- bincang Bersama Warga
Kabarnasional.Net,Banda Aceh- Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai PDI Perjuangan akan meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama wilayah Barat Selatan bagi daerah pelosok.
Caleg DPR RI Dapil Aceh I, Dwi Luhnuari Menjelaskan, "kita memiliki visi khusus jika kelak berhasil lolos di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, dan bertekad meningkatkan sektor produktif masyarakat termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, dan perikanan. Sektor-sektor itu menjadi sumber kehidupan masyarakat,"jelasnya.
“Kesejahteraan, dan pengangguran masih menjadi persoalan besar bagi daerah kita. Oleh karena itu, saya akan bekerja untuk menciptakan kesejahteraan itu dengan membangkitkan sektor produktif masyarakat, baik UMKM serta sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan,” ujarnya, Selasa (26/2/2019).
Menurutnya, "ketiga sektor tersebut perlu mendapat dorongan serta dukungan melalui pembinaan. Dengan begitu, perekonomian daerah terutama di wilayah Barat Selatan dapat tumbuh berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Sektor unggulan ini harus di-support dan dibina supaya ekonomi di daerah tersebut dapat menopang perekonomian masyarakat,”tutupnya
Kementerian ESDM Uji Kompetensi POP Pertambangan
Kabarnasional.Net, Banda Aceh- Kementrian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) bersama dengan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Propinsi Aceh dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menggelar diklat uji kompetensi bagi Pengawas Operasional Pertambangan (POP) di hotel Grand Nanggroe Aceh, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Senin (25/2/2019).
Kegiatan tersebut digelar selama empat hari dari 25 hingga 28 Februari 2019. Diikuti oleh 35 peserta dari berbagai perusahaan tambang di Aceh. Terdiri, 31 pengawas tingkat pertama dan empat peserta dari tingkat Madya.
Mirna Mariana selaku panitia dalam kata sambutannya mengatakan," tujuan dari diklat tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental pada keselamatan kerja dan pengelolaan pertambangan, serta mewujudkan good mining practice dan terintegrasi bidang bertambangan dengan konsep pembangunan yang berkalanjutan,"katanya.
"agar dianggap sebagai pengawas tingkat pertama dan madya seorang pengawas harus memiliki kapasitas komptensi melalui uji komptensi,"ucapnya.
Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Aceh, Said Faisal mengatakan, "Kegiatan diklat tersebut diharapkan dapat membangun suatu persepsi yang sama dan kesatuan tindak antara pemerintah, pemerintah Aceh dan pelaku usaha pertambangan dalam hal mengelola usaha pertambangan di Aceh menuju Good Mining Practice.
Lanjutnya, "saat ini jumlah izin usaha pertambangan, mineral logam dan batu-bara secara keseluruhan di Aceh, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan pertambangan ada 28 izin usaha pertambangan yang terdiri 4 IUP dan 24 IUP produksi. Selain itu juga juga di Aceh memiliki usaha pertambangan penanganan modal asing sebanyak 5 izin, sementara secara keseluruhan di Aceh lebih kurang 300san izin usaha pertambangan yang telah mengantongi izin usaha pertambangan dan izin produksi.
“Data pengawasan dan inventarisasi yang telah terdata ternyata masih banyak memegang izin usaha pertambangan lainnya, dan belum memenuhi kewajiban-kewajiban dan kelengkapan lainnya sesuai dengan UU yang berlaku, salah satunya masih banyak pengawas yang belum memiliki komptensi dalam hal ini Komptensi pengawas operasional pertama (POP) dan pengawas operasional Madya (POM) untuk mengelolaan pertambangan dengan benar,” jelas Said Faisal membaca amanah tertulis Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur.
Said Faisal mengharapkan, "dengan adanya diklat dan uji komputensi POP dan POM ini di wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan dibidang pertambangan di Aceh terutama bagi yang langsung terjun dan mengawasi dilapangan. Hal itu Sejalan dengan terbitnya PP nomor 55 yahun 2010 tentang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batubara.
“Maka pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah peningkatan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh pengawas, yang berkompetensi, semua pemegang IUP serta terkait dengan kewajiban dan kelengkapan izin lainnya yang harus dipenuhi, sehingga dengan adanya data tersebut dapat memudahkan pemantauan pengelolaan pertambangan di Aceh,” harapnya. (ALN)
Tiga Emak- Emak Di Amankan di Polres Kerawang Terhadap ujaran kebencian
Kabarnasional.Net, Kerawang- Pada Minggu, (24/02) sekitar pukul 23.30 wib, Telah diamankan 3 orang yang diduga pelaku terkait video viral di media sosial. Senin (25/02/2019).
Ke 3 (tiga) Pelalu yang amankan yang diantaranya berisial ES, warga kampung bakanmaja rt 01 rw 03 desa wancimekar kec kotabaru kab karawang, IP seorang warga Kp kalioyon rt 02 rw 03 desa wancimekar kec kotabaru karawang status (IRT), dan CW warga Perumnas Bumi Telukjambe Blok W no. 273 karawang status (wiraswasta).
Ke 3 (tiga) orang emak- emak tersebut kini sudah diamankan pihak Polres kerawang ke Polda untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, dan menyita hp milik dari ke 3 orang tersebut.
Pelaku Mesum Di Atas Atap Mesjid Di Tangkap Warga Saree Kecamatan Lembah Seulawah
Kabarnasional.Net, Aceh Besar- pada minggu (24/2) sekitar pukul 18.40 Wib bertempat di Mesjid Jamik Saree, Kecamatan Lembah Seulawah telah diamankan pasangan Muda-mudi yang melakukan Khalwat/Mesum di lantai dua Mesjid Jamik Baitul Muttaqin Saree Kec Lembah Seulawah Kab Aceh Besar, Senin (25/02/2019).
Pelaku berinisial MR (16 thn), Pelajar, Desa Gugop Kec Pulo Aceh dan ditangkap bersama DF (17 Thn), status Pelajar, Blang Peutek Kec Padang Tiji.
Kronologi kejadian Sekira pukul 18:15 wib warga melihat sepasang muda-mudi dilantai 2 mesjid Jamik Saree, sekitar pukul 18:30 berawal dari kecurigaan tersebut Warga mencoba melihat apa yang dilakukan pasangan tersebut di lantai 2.
Dua orang warga langsung mengintai gerak gerik sepasang kekasih MR dan DF tersebut yang naik ke lantai dua mesjid, dan terkejut melihat mereka melakukan hal tidak senonoh di mesjid, dan langsung membawa pasangan tersebut ke Pos Polisi saree untuk menghindari amukan massa, sekira pukul 21.00 wib pasangan tersebut di amankan di Mapolsek Lembah Seulawah dan sekira Pukul 22:30 wib pasangan tersebut di bawa ke Mapolres Aceh Besar guna di serahkan ke WH.
Kasus Mesum di Atap Mesjid, Jangan "Kambing Hitamkan" Syariah Islam di Aceh.
Kabarnasional.Net, Aceh Besar- Kasus mesum (Khalwat) kembali terjadi dibumi Serambi Mekkah tepatnya di Saree, Aceh Besar, pada Minggu, (24/02/2019)
Tidak tanggung tanggung pelaku mesum dalam Islam disebut "zina" atau "khalwat" tersebut melakukan aksinya ditempat suci umat muslim tepatnya diatas atap mesjid.
Hal ini sempat menghebohkan masyarakat bahkan viral dijagat dunia maya, sebagai kasus pertama mesum diatap mesjid dan semakin mencoreng Syariah Islam di Aceh.
"kejadian mesum di Aceh semakin menggila dan tidak melihat tempat dan kondisi serta hukum di daerah,"ujarnya Alumni Pend. Sejarah Universitas Syiahkuala, Muh. Ichsan.
Kasus pasangan mesum tahun 2018 semakin meningkat di bumi serambi mekkah bahkan tahun 2019 pelaku mesum justru nekat, mesjid pun menjadi tempat suci tak luput dari aksi "making love sex" bak film porno.
"Moral Millenial Aceh semakin mengendur dan rusak, serta bahkan mengarah mengolok - olok hukum Syariah itu sendiri. Jangan langsung "mengkambing hitamkan" syariah islam, namun perilaku dan tindakan tersebut jelas jelas kembali kepada moral umat muslim itu sendiri yang terus merosot,"tegas Ichsan.
"Perlu solusi kajian ulang, pemangku kepentingan, alim ulama, serta pemerintah untuk memperbaiki moral anak bangsa yang merosot khususnya anak muda di Aceh. Jangan sampai bala kembali terjadi bahkan lebih pedis dari tahun tsunami 2004. Nauzubillah...!! ". tutup ichsan. (RA/Red)
Ribuan Awardee LPDP Dukung Edukasi Anak Sejak Usia Dini
Kabarnasional.Net, Jakarta – Ribuan awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan komitmen untuk kembali dan mengabdi kepada negeri. Melalui program Massive Action, dukungan terhadap edukasi anak sejak usia dini akan dilakukan oleh penerima Beasiswa LPDP sebagai salah satu bentuk kontribusi. Program tahunan ini secara serentak akan diselenggarakan di 27 Provinsi pada 21-25 Februari 2019 mendatang. Setelah sukses menginspirasi pelajar SMA di seluruh Indonesia 2018 lalu, penerima beasiswa (awardee) LPDP melalui Mata Garuda tahun ini kembali mengadakan program Massive Action untuk kali kedua.
Massive Action 2019 adalah bagian dari rangkaian acara Sarasehan LPDP, sebuah gelaran tahunansebagai wadah bagiseluruh insan LPDP untuk mengembangkan potensi dan bersinergi dalam membangun Indonesia. Sejak awal diluncurkan pada 2013, saat ini tercatat ada 20.255 awardee LPDP untuk program magister, doktoral, dokter spesialis, dan tesis baik dalam maupun luar negeri.
Plt Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban menyampaikan, "bahwa LPDP akan terus melakukan perluasan akses dan pemerataan penerima beasiswa ke seluruh daerah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.Kurang lebih delapan puluh persen beasiswa akan dialokasikan untuk program afirmasi bagi masyarakat di daerah 3T, PNS/TNI/Polri, Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia, dan Beasiswa Santri.
Agenda Massive Action yang diselenggarakan 21-25 Februari 2019 mendatang dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika target tahun lalu adalah siswa-siswi SMA/MA/SMK sederajat, tahun ini Massive Action akan menyasar 27 ribu anak usia sekolah dasar di 250 titik yang tersebar di 27 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Aceh yang dilaksanakan di SD N 1 Banda Sakti Kota Lhokseumawe hari ini minggu (23/2/2019).
Koordinator Kegiatan Zulfikar Mulieng mengatakan bahwa, "kegiatan ini dihadiri oleh dua ratus siswa dan siswi dari kelas 4 dan 5.
Kegiatan tersebut Dimulai pada pukul 08.00-12.00 Wib. Mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah karena baru perdana dilaksanakan di SD N 1 Banda Sakti sebagaimana disampaikan oleh Ketua K3S Banda Sakti yang juga Kepala Sekolah SD N 1 Banda Sakti mewakili Kadis Pendidikan Kota Lhokseumawe pada saat membuka acara secara resmi.
Para siswa(i) juga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini sehingga sukses dan tidak ada kendala apapun. Selain itu juga diisi oleh para lulusan LPDP dari berbagai latar pendidikan baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri.
Diantaranya M. Riza lulusan Inggris, Surya Astra Lulusan UI, Manda Sari, Rahmawati, Ajmir Akmal dan Zulfikar Mulieng Lulusan IPB. Kita juga dibantu oleh para volunteer ada dokter muda Fitra Pahlevi, pengusaha muda Fadil Mulyananda yang juga CEO Nibong British dan Web Blogger Rahmadi M Ali yang juga pendiri Balai Baca Paya Bili.
"Kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Mandiri Cabang Lhokseumawe yang telah mensupport kegiatan ini sehingga sukses,"katanya Zulfikar
Ada tiga tema besar yang disampaikan yang dibagi menjadi tiga sesi yaitu gaya hidup hemat dan sehat, gerakan anti sampah plastik dan pengenalan ragam profesi. Semua tema yang disampaikan diikuti dengan praktik langsung setiap selesai sesinya.
Sehingga para siswa(i) langsung mengerti dan memahami. Seperti cara hidup hemat dengan menabung, cara mencuci tangan pakai sabun, membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah sehingga sejak usia dini mereka dapat membedakan jenis-jenis sampah yang berbahaya dan tidak berbahaya untuk lingkungan, dan juga diberikan kesempatan setiap anak untuk menuliskan cita-citanya masing-masing pada backdrop yang telah disediakan oleh panitia dan ditempelkan disekolah.
Selain itu juga dilakukan perekaman Video “seandainya aku menjadi Presiden” oleh para Siswa(i) yang nanti akan diputar pada acara puncak di Jakarta apabila terpilih dan foto bersama antara siswa, guru, volunteer dan alumni LPDP. Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan pengabdian dengan memberikan edukasi kepada aset masa depan Indonesia sejak usia dini yang merupakan langkah awal dari pengabdian-pengabdian besar penerima beasiswa LPDP lainnya.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada awardee LPDP untuk melakukan aksi nyata dalam melakukan sebuah kontribusi kebermanfaatan kepada masyarakat secara masif dan serentak pada skala nasional. Upaya itu juga sebagai bentuk menanamkan pemikiran kepada awardee tentang pentingnya untuk selalu berbagi dan turut aktif memberikan edukasi kepada generasi selanjutnya semenjak usia dini.
Selain Massive Action, terdapat beberapa rangkaian acara dalam Sarasehan LPDP 2019. Pertengahan Maret mendatang, seluruh penerima beasiswa LPDP akan diundang untuk hadir dalam Gala Awardee. Sarasehan LPDP juga akan memfasilitasi para penerima beasiswa untuk mengembangkan karir dan berjejaring dengan sesama awardee dalam acara bertajuk Pojok LPDP. Mereka akan digabungkan dalam tiga peminatan karir, diantaranya akademisi, entrepreneur, dan profesional.
Sarasehan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh insan LPDP terutama awardee dan alumni untuk membangun kolaborasi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara luas.
Awardee LPDP adalah laboratorium intelektual bangsa Indonesia yang harus dimanfaatkan untuk membangun bangsa Indonesia.
"Lebih dalam lagi, perlu disadari bahwa awardee LPDP hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjadi generasi penerus bangsa, tapi juga melengkapinya sebagai generasi pelurus bangsa. (SA/Red)


























