Showing posts with label lokal. Show all posts
Showing posts with label lokal. Show all posts
Ipelmaka Serahkan Bantuan Kemanusiaan Kepada DPW FPI Nagan Raya Untuk Korban Stunami Sunda
Ipelmaka-Meulaboh : (Gambar)
Kabarnasional.net, Suka Makmue- Ikatan pelajar mahasiswa kuala (IPELMAKA) meulaboh menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada DPW Front Pembela Islam (FPI) Nagan Raya berupa baju layak pakai kepada korban Tsunami selat sunda Banten-Lampung, Minggu (06/1-2019)
Dalam hal ini, Abdul Jabar menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai bantuan kepada kami untuk disalurkan kekorban Tsunami Selat Sunda Banten -Lampung yang telat terjadi baru-baru ini,"katanya ketua umum Ipelmaka-Meulaboh.
Penyerahan dilakukan disekretariatan DPW FPI Nagan Raya di kecamatan Suka Makmue yang disaksikan oleh LPI Nagan Raya dan anggota Ipelmaka-Meulaboh, sebelum penyeraham dilakukan mereka sempat saling memberikan saran dan kritikan guna kelancaran bekerja sama dalam bidang bersosial sesama ummat muslim.
"Kekuatan takkan ada bila tidak saling bekerja sama, bercerai berai adalah awal dari kehancuran. Terima kasih juga kepada DPW FPI dan LPI Nagan Raya telah menerima dan menyalurkan bantuan kami," Darmawan selaku dewan penasehat mengatakan dalam sambutannya.
Neldi selaku ketua DPW FPI Nagan raya juga menyampaikan "Kami telah sampaikan rasa haru serta terimakasih atas kerjasama dan kepercayaan yang sudah terbangun, karena ini semua semata untuk umat demi Ridha Allah. SWT"
"Kami tidak pernah berhenti berharap agar kebersamaan ini terus terbina sampai Islam kembali berjaya dan umatnya sejahtera" katanya kembali. (Red)
Dwi Luhnuari: Masyarakat Aceh Jangan Mudah Terprovokasi Isu
Doc photo. Dwi Luhnuari Jumwati Calon Anggota DPR-RI
Dapil-1 Aceh. No Urut 3 PDIP
Kabarnasional.Net, Banda Aceh -Seiring perkembangan teknologi membuat semua orang mudah untuk saling bertukar informasi. Dampak negatif dari perkembangan itu ialah berkembangnya berita Hoaks. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman para pengguna Media Sosial yang mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu dalam menjatuhkan lawan politik menjelang Pilpres dan Pilleg 2019.
Calon Anggota DPR-RI Dapil Aceh I No. Urut 3. Dwi Luhnuari menyerukan, "saatnya bangsa Indonesia dan Aceh khususnya untuk menghentikan berita hoaks (berita palsu) tanpa ada sumber yang jelas, Hoaks tidak hanya di hentikan saat musim kampanye jelang Pemilu 2019. "Lebih dari itu, hoaks memang tidak boleh beredar ditengah masyarakat untuk selamanya". Pada masa kampanye dan Pileg dan Pilpres ini tidak perlu ada yang memanfaatkan informasi Hoaks untuk kepentingan politik," katanya kepada media Kabarnasional.net, pada Sabtu, (05/01/2019).
“Ada hal yang jauh lebih bermanfaat dari pada mengikuti informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas (Hoaks), yaitu meningkatkan tradisi membaca dan menulis (literasi). Hoaks harus dihentikan tidak hanya karena tahun politik, tapi harus ada upaya berkelanjutan dalam memberantas Hoaks untuk menjaga kerukukan masyarakat Indonesia dari pada konflik sosial." Jelasnya Dwi Luhnuari.
"Sudah saatnya tidak memanfaatkan hoaks dalam kepentingan apapun, Hoaks sangat merugikan Bangsa Indonesia dan rakyat Aceh khususnya, karna hal tersebut bisa merusak Keutuhan NKRI,"tutur Dwi Luhnuari.
Dalam hal ini Dwi Luhnuari mengharapkan, "Kaum muda yang merupakan anak-anak jaman now juga harus menghindari berita hoaks yang bisa merusak Keutuhan NKRI," Indonesia tidak akan pernah maju apabila generasi mudah terprovokasi dengan berita-berita tak jelas asal usul.
Moment Pilpres dan Pilleg 2019 hendaknya menjadikan Bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang benar-benar menjunjung tinggi makna dari proses demokrasi yang mengedepan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.(Red)***
Khairul Irsyadi Maju Caleg DPRK Aceh Utara, Berikut Visi Misi Nya. !
Khairul Irsyiadi Calon Anggota DPRK Aceh Utara : (Gambar)
Kabarnasional.net , Aceh Utara - Maju sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Utara (DPRK) Khairul Irsyadi usung beberapa visi misi, Sabtu (05/01/2019).
Visi & Misi
- visi :
"Bekerja bersama Rakyat, untuk Rakyat.
- misi :
"Menampung dan memperjuangkan Aspirasi Rakyat di bidang Kesehatan, Pertanian,Perikanan, UKM, Seni dan Budaya serta Pelestarian Lingkungan Hidup.
Khairul Irsyadi Menjelaskan, "Mengapa Saya Masuk Politik.?
Saya masuk politik karena ingin lebih bermanfaat lebih banyak lagi bagi orang banyak. Politik adalah perjuangan untuk menegakkan kepentingan orang banyak. Dari teori politik klasik yunani, Aristoteles juga mendefinisikan politik sebagai "usaha warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama,"katanya.
"Politik bukan Intrik yang menghalalkan segala macam cara hanya untuk memperoleh kekuasaan semata. Politik adalah membuat Policy kebijakan yang berdasarkan kepentingan orang banyak, baik kebijakan dalam bentuk peraturan dan perundang -undangan,serta anggaran yang memastikan kepentingannya untuk rakyat. Mengapa PSI_11 (Partai Solidaritas Indonesia), karna Saya menemukan jiwa saya di PSI_11,"jelasnya.
PSI_11 mendefinisikan Politik sebagai Kebajikan memperjuangkan nasib orang banyak adalah kebajikan, Kebijakan yang tunduk pada kemaslahatan orang banyak "adalah kebajikan "Mewujudkan kebaikan bersama "adalah kebajikan, inilah politik sebagai kebajikan.
"Saya percaya PSI_11 adalah kumpulan politisi-politisi muda yang memperjuangkan prinsip sebagai kebajikan.
tambahnya, "Maka Politik menarik bagi saya selama terkait maslahat orang banyak. Politik itu baik selama ditangan politisi Baik, tapi politik akan buruk kalau jatuh dalam kekuasaan politisi Busuk. Mohon Do'a dan Dukungan."tutupnya (ril)
Pangdam Iskandar Muda Terima Delapan Pucuk Senjata Api Sisa Konflik Aceh
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko : (Gambar)
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menerima delapan pucuk Senjata Api sisa konflik dari dua orang masyarakat. Penyerahan senjata tersebut diserahkan di Mako Deninteldam IM. Pada Kamis (3/1/2019).
Pangdam IM di dampingi Asintel Kasdam IM, Asops Kasdam IM, Aspers kasdam IM, Kapendam IM dan Dandeniteldam IM.
Adapun 8 (Delapan) senjata api yang diserahkan terdiri dari 7 pucuk senjata laras panjang dan 1 pucuk pistol dengan jenis senjata sebagai berikut, senapan jenis SS1 V1 sebanyak 3 pucuk , senapan AK 101 sebanyak 1 pucuk, senapan M-16 sebanyak 1 pucuk, senapan Karaben sebanyak 2 pucuk dan pistol revolver standar 1 pucuk, semua dalam kondisi baik atau berfungsi. Selain senjata juga diserahkan 800 butir munisi campuran dan 10 buah magasin. Penyerahan ini merupakan salah satu keberhasilan anggota Denintel Kodam Iskandar Muda.
Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko usai menerima delapan pucuk senjata api tersebut menyebutkan, "senjata yang diterimanya itu merupakan peninggalan sisa masa konflik Aceh.
Lanjut Pangdam IM, "kondisi kondusif yang dirasakan masyarakat selama ini dengan rasa aman serta nyaman telah mendorong warga menyerahkan senjata secara penuh kesadaran.
Timbulnya kesadaran masyarakat tersebut tidak lepas dari adanya kepercayaan masyarakat kepada TNI khususnya Prajurit Kodam Iskandar Muda dengan berbuat terbaik serta membantu kesulitan-kesulitan yang ada di masyarakat.
“Alhamdulillah dengan adanya kepercayaan dan kedekatan TNI dengan seluruh masyarakat dan juga adanya suatu kesadaran masyarakat terutama dalam penyerahan senjata kepada Kodam Iskandar Muda,"katanya Pangdam IM.
Lanjutnya, "Momentum penyerahan senjata ini patut kita hargai dan hormati, tentu dengan kondisi seperti ini tidak dilaksanakan proses hukum karena adanya kesadaran masyarakat sendiri yang menyerahkan senjata kepada pihak TNI”.
Tambahnya, "Selanjutnya kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata sisa konflik diharapkan dengan penuh kesadaran dapat menyerahkan kepada Kami, karena masyarakat sipil tidak boleh memegang senjata,"tutupnya Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko. (Red)
RMC Gelar Deklarasi Nyatakan Siap Menangkan Jokowi- Ma'ruf
Rakan Mukhsalmina Center: (Gambar)
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Rakan Mukhsalmina Center (RMC) mendeklarasi dukungan Jokowi-Ma'ruf menyatakan siap sedia memenangkan Ir. Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024,"kata Nazaruddin, Sekjen (RMC) Rakan Mukhsalmina center saat membaca deklarasi di kantor Tim Kampanye Daerah Aceh (TKD Aceh), Batoh, Banda Aceh, Rabu (02/01/2019)
RMC mendukung Jokowi Ma'ruf Amin memiliki 3 alasan mendukung Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin pertama ditunjuknya Mukhsalmina sebagai Ketua TKD Aceh dan secara otomatis RMC akan berada di garis depan pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Kedua, RMC menilai Jokowi adalah pemimpin yang pro dan peduli dengan umat beragama khususnya muslim dengan dipilihnya cawapres dari kalangan ulama yaitu KH. Ma'ruf Amin
Ketiga, Pesatnya pembangunan nasional serta pemerataan kesejahteraan.
Deklarasi RMC : (gambar)
Jokowi telah menepati janjinya untuk membangun dari pinggiran dan bersifat Indonesiasentris meninggalkan kebiasaan lama para pemimpin sebelumnya yang bersifat Jawasentris.
Dalam pembangunan manusia dapat dimaknai pelaksanaan pembangunan-pembangunan baru yang lebih bermanfaat. Tanpa mengabaikan pembangunan lama yang juga bermanfaat.
Nazaruddin menyatakan, "kegiatan ini dihadiri 100-an relawan RMC dan pengurus daerah RMC dari kabupaten/Kota Se Aceh.
Tampak pembicara yang hadir adalah Ketua Dewan Pembina Mukhsalmina, Sekretaris TKD Sulaiman Badai, pengurus TKD Muslahuddin Daud dan Helmy N Hakim, serta seluruh undangan dari partai pengusung dan pendukung.
Mukhsalmina selaku ketua pembina ( RMC) Rakan Mukhsalmina center mengintruksikan kepada relawan agar mensosialisasikan Paslon 01 dan sekaligus meluruskan informasi-informasi hoaks yang menyerang Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Mukhsalmina.
PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Terhadap Kejaksaan Agung
Sidang Permohonan Praperadilan : (Gambar)
Kabarnasional.net, Jakarta- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda Sidang Permohonan Praperadilan Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) terhadap Kejaksaan Agung tentang penghentian penyidikan dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun) sampai dengan tanggal (14/1) mendatang. Jakarta, Rabu (02/1/2019).
Hakim Tunggal yang menyidangkan permohonan terkara tersebut, Djoko Indoarto, SH.,MH, membuka persidangan pada pukul 12.55 dengan agenda pembacaan permohonan, namum karena Kejaksaan Agung tidak menghadiri persidangan, sedangkan Pemohon di hadiri oleh Safaruddin, SH, Fakhrurrazi SH, dan Yudhistira Maulana, SH,.
Hakim Djoko menunda sidang selama 10 hari “menunda persidangan ini selama 10 hari kedepan, dan kepada Pihak Pemohon tidak di panggil lagi karena pemberitahuan ini telah di anggap sebagai panggilan sidang, dan untuk Kejaksaan Agung akan di panggil kembali melalui relaas panggilan sidang,"ucap Hakim Djoko dengan tiga kali ketukan palu sidang dengan panitera pengganti Ferynita, SH. Pada 27/11 tahun lalu.
JARI mengajukan Permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung karena menganggap Kejaksaan Agung telah menghentikan sepihak penyidikan yang di tangani oleh Kejaksaan Agung dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun), perkara tersebut di register dengan nomor 168/Pid.Pra/2018. PN. Jak-Sel.
Dalam permohonannya JARI meminta Pengadilan memerintahkan kepada Kejaksaan Agung Agar segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan paling lambat tiga puluh hari sejak Putusan Pengadilan di bacakan. (Ril)
Ulyani Resmi Dilantik Sebagai Geuchik Miruek Taman
Ulyani, SE : (gambar)
Kabarnasional.net, Aceh Besar- Ulyani, SE remi dilantik sebagai geuchik Miruek Taman, Setelah terpilih melalui proses pemilihan keuchik secara langsung (Pilchiksung) bulan 9 (sembilan) yang lalu. Proses Pelantikan tersebut digelar di Aula TPA Darul Hasani pada Selasa, (01/01/2019).
Ulyani atau yang sering disapa cut bunda kepada media Kabarnasional.net mengungkapkan, akan berupaya penuh untuk mengembalikan citra Gampong seperti dulu.
"Setelah pelantikan ini, kita akan berupaya mengembalikan citra gampong, serta penghargaan-penghargaan yang sekarang sudah berpindah ke daerah lain,"katanya ulyani.
Selain itu, cut bunda akan menata ulang gampong yang dimulai dari perangkat Gampong dan aparat gampong.
"selain kita akan mencoba mengembalikan prestasi -prestasi yang sudah pernah kita dapatkan, tentunya sebagai langkah awal kita akan menata ulang aparatur gampong serta perangkat gampong dengan nuansa akademis.
Kita akan memanfaatkan SDM yang ada di gampong khususnya orang orang yang berkompeten di bidangnya, agar supaya tatanan gampong yang rapi dan berintegritas bisa kita raih dengan mudah,"jelasnya.
Sebagai Geuchik perempuan pertama di kecamatan Darussalam dan kedua di Kabupaten Aceh Besar, cut bunda akan terus mengasah kader- kader terbaik untuk dijadikan aset daerah dan mengelola daerahnya sendiri, agar semakin maju dan bisa meraih prestasi- prestasi yang sudah lama tidak didapatkan kembali gampong tersebut. (Red)
Korps Raport Kenaikan Pangkat Personil Polres Palopo Periode 1 Januari 2019
Upacara kenaikan pangkat bintara polri; (gambar)
Kabarnasional.net, Sulawesi Selatan- Polres Palopo gelar upacara korps kenaikan pangkat bintara polri, periode 01 Januari 2019 Polres Palopo yang bertempat di halaman apel, Waka polres Palopo Kompol Woro Susilo mewakili kapolres Palopo AKBP Ardiansyah, SIK, MH, menjadi Inspektur upacara yang diikuti para pejabat utama, para kapolsek jajaran, personil polres Palopo dan ibu– ibu Bhayangkari cabang Palopo Selasa (02/1/2019) sekitar jam 07.00 Wita.
Kompol Woro Susilo memberikan amanat, bahwa sungguh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri kepada personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin serta loyalitas yang tinggi dalam bertugas sehingga mendapatkan reward dari institusi polri berupa kenaikan pangkat.
Dalam pelaksanaan upacara Korp Raport kenaikan pangkat sebanyak 36 personel diantaranya BRIPDA ke BRIPTU 7 orang, BRIPTU ke BRIGPOL 3 orang, BRIGPOL ke BRIPKA 6 orang, BRIPKA ke AIPDA 14 orang, IPDA ke IPTU 4 orang, AKP ke KOMPOL 1 orang, Pangkat penghargaan AKP ke KOMPOL 1 orang.
"Selamat kepada saudara yang telah memperoleh kenaikan pangkat, semoga dengan pangkat yang baru dapat menambah kebahagiaan saudara, serta mendorong semangat dan motivasi kerja dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab saudara, jangan cepat merasa puas atau bangga atas keberhasilan yang telah dicapai, karena suatu keberhasilan adalah langkah awal dari suatu kemenangan menuju tanggung jawab dan tantangan tugas yang lebih berat.” Kata Kompol Woro Susilo.
“Selain itu kepada ibu – ibu bhayangkari yang suaminya memperoleh kenaikan pangkat, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada suaminya untuk lebih meningkatkan kinerja dan disiplin dalam melaksanakan tugas,” Ujarnya.
Dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada Personil Polres Palopo yang mendapatkan Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih Tinggi Personil Polres Palopo Periode 1 januari 2019 oleh Wakapolres KOMPOL Woro Susilo bersama Para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, Perwira Polres Palopo dan Personil Polres Palopo (Red).
Gelar Pengajian Dan Doa Bersama, Berikut Penjelasan Tgk Syukri
Kabarnasional.net, Bireuen – Dalam mengantisipasi adanya kegiatan negatif pada saat malam pergantian tahun baru. Masyarakat gampong Suka Rame kec. Makmur gelar pengajian dan doa bersama di Meunasah Gampong pada Malam Senin, (31/12/2018).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Tgk Syukri Alamsyah
Dalam pengajian ini, Tgk Syukri menyampaikan kepada jamaahnya, "untuk memulai perubahan dalam hidup ke arah yang lebih baik, kita suka mengimpikan perubahan secara drastis, perubahan besar, yang ada hanyalah mimpi. Maka mulailah dengan perubahan kecil, di sekeliling kita, perlahan-lahan perubahan kecil itu akan menjadi perubahan besar, paling tidak akan mempengaruhi perubahan yang lebih besar,"Ungkapnya Tgk Syukri.
Lanjutnya, "Setiap kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin sehingga kita akan termasuk dalam golongan orang yang beruntung.
Panitia Pengajian Faisal Alehba saat di hubungi media Kabarnasional.net mengatakan, "Pengajian ini bertujuan agar pemuda dan masyarakat, agar tidak keluar keluyuran ikut hura-hura merayakan tahun baru,"katanya Faisal.
Faisal sangat bersyukur dengan ada nya kegiatan semacam ini, "Kalau kita tidak bisa menghilangkan budaya yang sudah terlanjur mengakar dengan sekali tebang, maka setidaknya arahnya yang dibenarkan secara perlahan-lahan," Imbuhnya.
Diakhir pengajian Tgk Syukri Alamsyah selaku pimpinan dayah Seuramo Aceh mengajak kepada masyarakat untuk terus melawan kemungkaran dan kemaksiatan. Maka dari itu teruslah beribadah sembari bertaubat kepada Allah. (Red)
Masyarakat Kecamatan Simeulu Timur Peringati Maulid Nabi
Maulid Nabi Muhammad SAW : (Gambar)
Kabarnasional.Net Simeulu- Masyarakat di Kecamatan Simeulu Timur secara bersama- sama memperingati hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW pada senin, (31/12/2018)
Peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW berlangsung di Desa Ujung dalam Kecamatan Simeulu Timur, dan dihadirin oleh seluruh masyarakat Kecamatan.
Salah seorang masyarakat Desa Ujung kepada media Kabarnasional.net menjelaskan, "Tahun kita digelar Maulid Nabi bertepatan dengan panggantian tahun, supaya masyarakat dalam Kecamatan ini dapat memaknai akhir tahun dengan ketauladanan Rasul,"katanya.
Dirinya juga mengatakan, "Pada tahun ini kita juga mendapat sumbangan dari salah seorang Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR-RI Ibu Dwi Luhnuari, "Alhamdulillah kita ada dukungan dari Beliau untuk men-sukseskan kegiatan Maulid Nabi tahun ini".
"Saya atas nama warga kecamatan mengucapkan terima kasih banyak Ibu Dwi Luhnuari. Selama ini belum ada calon DPRI yang terjung langsung dan berbaur dengan masyarakat, baru Ibu Dwi lah yang datang ke tempat kami,"Jelasnya.
"Saya atas nama warga kecamatan mengucapkan terima kasih banyak Ibu Dwi Luhnuari. Selama ini belum ada calon DPRI yang terjung langsung dan berbaur dengan masyarakat, baru Ibu Dwi lah yang datang ke tempat kami,"Jelasnya.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW juga diisi dengan tauziah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim dan Wakil Bupati Simeulue.
Dalam tauziahnya Ustadz Abdul Hakim mengajak seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Simeulu Timur untuk benar-benar menjalankan kehidupan bermasyarakat sesuai dengan konsep keislaman.
"Kita sebagai seorang Muslim dalam kehidupan bermasyarakat, marilah kita jalankan aturan-aturan yang sesuai dengan ajaran islam".
"Apalagi sekarang banyak terjadi persoalan dalam lingkungan masyarakat sudah melenceng dari aturan yang di ajarkan oleh Rasullullah SAW," Tegas Ustadz Abdul hakim.
Marilah kita semua dengan momentum ini untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan menjalankan segala perintahnya.
"Kita sebagai seorang Muslim dalam kehidupan bermasyarakat, marilah kita jalankan aturan-aturan yang sesuai dengan ajaran islam".
"Apalagi sekarang banyak terjadi persoalan dalam lingkungan masyarakat sudah melenceng dari aturan yang di ajarkan oleh Rasullullah SAW," Tegas Ustadz Abdul hakim.
Marilah kita semua dengan momentum ini untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan menjalankan segala perintahnya.
Meperingati Maulid merupakan salah satu kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW. adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri.(Hd/Red)
Maju Calon Anggota DPRA, Safruddin Razali Usung Tiga Visi-Misi
Dok photo. Safruddin Razali Calon Anggoota DPRA No. Urut 8 dapil-1 Aceh
Kabarnasional.net - Maju sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safruddin Razali Usung (3) Visi-Misi dalam memperjuang aspirasi masyarakat Aceh, Senin (31/12/2018)
Kepada media Kabarnasional.net Safruddin Razali menjelaskan bahwa dirinya maju sebagai Calon Anggota DPRA lewat Partai Nanggroe Aceh (PNA) No. Urut 8 yang meliputi daerah pilihan Kota Sabang, Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Visi-Misi
Beranjak Dari Rakyat, Bekerja Bersama Rakyat, Atas Kepentingan Rakyat Dalam
“Megwujudkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang aspiratif, demokratis, profesional, dan proporsional dalam rangka memperkuat Tata Pemerintahan Daerah Otonomi Khusus yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan Sejahtera”
Misi
Mejunjung tinggi Nilai-nilai Keislaman sebagai landasan utama masyarakat Aceh yang memiliki kemajemukan dalam berbagai keyakinan. Serta mendukung program kerja Pemerintah Aceh yang tertuang dalam Visi-Misi untuk jangka waktu lima tahun kedepan.
Menjadikan DPR-Aceh sebagai lembaga pengambil kebijakan publik dan keputusan politik yang berkualitas atas kepentingan masyarakat Aceh tanpa membedakan Suku, Ras, Agama dan Bahasa.
Memperjuangkan aspirasi Masyakat Aceh untuk mengwujudkan kehidupan yang adil dan makmur. Melalui sektor Pemberdayaan Ekonomi masyarakat dalam bidang, Perkebunan, Pertanian, Perikanan, Pariwisata, UKM, Sosial dan Budaya serta Pelestarian Lingkungan hidup.
Lebih lanjut, Safrdudi Razali juga manambahkan bahwa, dirinya maju sebagai Wakil Rakyat pada 2019 ingin adanya perubahan dalam kemajuan Aceh dimasa mendatang, melalui tiga Visi-Misi utamanya dalam bekerja di lembaga legislatif. "Maju bukan hanya sekedar maju saja melainkan membawa berbagai program untuk kepentingan masyarakat". Adapun penjabaran Visi-Misi sebagai berikut.
Memaksimalkan Penerapan Syariat Islam
Provinsi Aceh memiliki kewenangan Khusus dalam penerapan syariat Islam. Dengan mendorong lembaga terkait untuk menerapkan aturan yang berlaku sesuai dengan qanun yang telah ditetapkan.
- Mengawasi dan mengimplementasi penerapan aturan yang berlaku, tanpa membeda status sosial
- Mendorong pihak Eksekutif untuk melaksanakan berbagai aktifitas yang bertujuan membangun nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah
Mejadikan Lembaga DPR-Aceh sebagai lembaga pengontrol kebijakan publik yang mengedepankan kepantingan masyarakat Aceh, melalui
- Mendorong pihak esekutif dan legislatif dalam mengawasi alokasi anggaran serta pengawasan dalam proses pembangunan jangka panjang diseluruh Kabupaten/Kota.
- Mengawasi alokasi Anggaran pembangunan usaha-usaha ekonomi produktif
Mendorong Dinas/Lembaga terkait untuk memprioritaskan pengembangan unit Usaha/Kelompok dalam jangka panjang, serta memperjuangkan lahirnya usaha-usaha ekonomi mikro pada tingkat desa melalui:
- Memperjuangkan Alokasi Anggaran pada lembaga terkait untuk membangun usaha-usaha ekonomi produktif pada tingkat Desa/Kecamatan
- Mendorong pihak Eksekutif untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar untuk memasarkan hasil pada sektor, Perikanan, Perkebunan, Pertanian, dan
- Memperjuangkan dan mendorong tumbuhnya kelompok perekonomian bagi kaum perempuan, serta memiliki hak untuk berpatisipasi secara penuh dalam proses pengambilan kebijakan di ruang Publik.(Hd/Red)
PII Bireuen Apresiasi Plt Gubernur Aceh Terhadap Pelarangan Malam Tahun Baru
Ketua PII Bireuen, Fariski : (Gambar)
Kabarnasional.net, Bireuen- Pelajar Islam Indonesia (PII) kab. Bireuen mengapresiasikan sikap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur aceh, Nova iriansyah, atas himbauan tidak memperboleh perayaan malam tahun baru di Bumi seuramo mekkah (Aceh), dalam rangka tahun baru 1 januari 2019.PII menilai perayaan malam tahun baru bertentangan dengan syariat islam.
"Kami PII sangat mendukung himbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh dengan surat edaran Nomor 003/2,30781. semoga dalam hal ini akan dapat terus mendukung tegak nya syari'at islam di aceh," sebut ketua PII kab. Bireuen, Fariski kepada awak media Kabarnasional.net melalui WhatsApp, Senin (31/12/2018).
"Kami PII terus mengajak masyarakat aceh khususnya Bireuen untuk tidak merayakan perayaan malam tahun baru,Perayaan malam tahun baru dapat diisi dengan hal hal Beribadah kepada allah swt seperti mengadakan pengajian, berdzikir, dan hal hal manfaat lainnya,"katanya Fariski
"Sekali lagi kami PII mengapresiasi Bapak PLT Gubernur aceh Nova iriansyah atas Penegakan syariat islam di aceh,"tutupnya Fariski
Ketua KoPPA: Perayaan Tahun Baru Masehi Bukan Budaya Aceh. !
Ketua KoPPA Abdul Jabbar; (gambar)
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Perayaan tahun baru masehi yang sangat dinanti-nanti umat kristiani merupakan budaya yang sudah mengakar di dunia bahkan di Indonesia. Perayaan ini umumnya dilakukan dengan beragam ungkapan kebahagiaan oleh masyarakat khususnya umat nasrani, seperti diketahui perayaan ini banyak dilakukan dengan kembang api, arak-arakan keliling kota, pesta, dan berkumpulnya pria dan wanita di satu tempat untuk berbagai ritual seperti berdoa dan melantunkan harapan-harapan dalam bentuk keceriaan.
Tidak seperti provinsi lain pada umumnya, pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Aceh melarang perayaan tahun baru masehi.
Hal ini diaminkan ketua Komite Persatuan Pemuda Aceh (KoPPA) Abdul Jabbar melalui pernyataannya bahwa perayaan tahun baru masehi tidak dikenal di Aceh dan bukan merupakan budaya Aceh yang sejatinya memiliki aturan syariat Islam.
"Perayaan tahun baru masehi tidak dikenal dan bukan budaya disini (Aceh) karena kita memiliki hukum kita sendiri yaitu syariat Islam." ungkapnya via telfon minggu dini hari. Minggu (30/12/2018).
TOLERANSI BUKAN BERARTI IKUT MERAYAKAN
Terlebih dari itu, Jabbar mengatakan bahwa salah jika mengartikan toleransi adalah ikut merayakan ritual dan budaya agama lain.
"Toleransi itu bukan ikut merayakan tapi tidak mengganggu umat agama lain beribadah sesuai kayakinan masing-masing. Itu makna dari lakum dinukum wa liya din jadi jangan di ada plesetan makna disini." katanya lagi.
warga muslim Aceh bukanlah katak di bawah tempurung yang menutup diri dan menafikan budaya dan agama lain. "Buktinya di Aceh bebas beragama dan tidak diganggu tetapi merupakan hak kami untuk melarang warga kami yang muslim untuk ikut budaya di luar budaya Islam."
Jabbar melalui konferensi pers nya mengatakan bahwa pemuda Aceh melalui KoPPA sangat mendukung kebijakan pemerintah kabupaten dan kota di Aceh dalam hal perayaan tahun baru masehi. "Kami pemuda Aceh sangat mendukung kebijakan ini. Dan ini tidak melanggar hukum." pungkasnya. (Red)
Bhabinkamtibmas Polres Palopo Bantu Warga Renovasi Mesjid
Kabarnasional.net, Palopo- Cuaca cerah dan kehidupan berdampingan, warga Kel. Balandai Kota Palopo khususnya yang beragama muslim berbondong-bondong mendatangi masjid Nurul Yaqin Lemo-lemo untuk kerja bakti dalam rangka merenovasi. Minggu (30/12/2018).
Tidak ketinggalan petugas bhabinkamtibmas Kelurahan setempat ikut andil dalam kegiatan kerja bakti tersebut.
Kali ini Aiptu Jafar SH selaku petugas Bhabinkantibmas Kelurahan Balandai ikut serta dalam kerja bakti dan renovasi masjid Nurul Yaqin Lemo-lemo.
"Masjid yang berada di Jalan Poros Palopo Masamba tersebut rencananya akan di percantik, oleh karena itu, warga Kelurahan Balandai mengadakan kerja bakti untuk melakukan Renovasi Mesjid tersebut,"katanya Aiptu Jafar.
Terlihat Aiptu Jafar SH tanpa ragu ikut lakukan campur semen dan pasir, Meskipun dengan hanya bermodalkan alat-alat yang sangat sederhana seperti sekop, cangkul dan lainnya, antusiasme dan semangat para pekerja tidaklah rendah.
“Saya tanpa ragu ikut langsung membantu renovasi masjid bukan karena saya ini sebagai polisi melainkan panggilan sebagai sesama manusia, sebagai sesama muslim dan sebagai sesama warga Negara Indonesia yang solid," Ujar Aiptu Jafar SH.
Kerja bakti ini di mulai sejak pagi hari smpai sore hari. “Segala sesuatu jika dilakukan dengan senang hati dan ikhlas akan terasa sangat mudah, itulah kenapa jika kita senang untuk membantu dengan ikhlas tidak akan menjadi beban untuk kita,"tegas Bhabinkamtibmas tersebut. ( Red)
TPA Al Muhadah Gampong Bate Linteung Gelar MTQ
Kabarnasional.net, Aceh besar- TPA AL MUJAHADAH Gampong Batee Linteung, Kec. Sımpang Tiga Aceh Besar gelar MTQ antar desa, kegıatan tersebut hadiri sekitar 93 peserta lebih dari tingkat anak-anak hingga Ibu-ibu dalam Gampong Batee Lınteung. Senin (31/12/2018).
lomba yang diadakan meliputi cabang : Lomba Azan dan Iqamah, Cerdas cermat, Tahfidz juz 30, Pidato, Baca Kitab, Gambar dan Mewarnai, Shalat Berjamaah dan Garnish atau Menghias buah untuk ıbu-ıbu.
Pimpinan TPA Al Muhadah Ustadzah Rahmi Izzati, S.Pd.I kepada media Kabarnasional.net mengatakan ,"kegiatan ini dilaksanakan guna mendidik anak-anak desa sebagaı generası penerus bangsa agar berguna dan mengertı akan ılmu agama ketıka mereka beranjak dewasa nanti.
Keuchik Gampong Batee Lınteung, Syarbini Latief dalam sambutannya mengapresiasi atas terlaksananya kegıatan semacam ını dan berharap agar kegıatan serupa juga bısa terus berlanjut dıtahun-tahun berıkutnya, terima kasih kami ucapkan kepada pımpınan TPA AL MUJAHADAH atas pelaksanaan kegıatan ini, semoga kegıatan begını bısa terus berlanjut dıtahun-tahun berıkutnya walau nantı kepala desanya telah bergantı," ımbuhnya.
ia juga berharap, "kegıatan seperti ını bısa menghındarı anak-anak kıta darı pengaruh narkoba harapnya.
Salah seorang wali santri Al Mujaddid berharap agar kegıatan MTQ perdana di tıngkat gampong ini bısa terus berlanjut karna sangat bermanfaat untuk anak-anak kıta sebagaı penerus katanya.
Ketua Pemuda Gampong Batee Lınteung Gıbraltar yang ditemui dilokası acara mendukung dan berharap agar melaluı kegıatan ini bısa menjauhkan anak-anak dan pemuda Gampong darı bahaya pengaruh narkoba yang semakin menakutkan dewasa ını.
Adapun kegıatan yang dilaksanakan mulaı tanggal 23 hıngga 29 desember 2018 di Balai TPA AL MUJAHADAH Gampong Batee Lınteung dengan tema yang dıangkat : "Melaluı MTQ Tıngkat Gampong Batee Lınteung Kıta Cıptakan Masyarakat Yang Agamıs Bersyarıah dan Terhındar Darı Penyalahgunaan Narkoba". (Red)
Wanhar: Kecewa Atas Sikap Pengurus HAMAS
Kabarnasional.net, Banda Aceh -Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua (IMPS), Wanhar As-Salatany, mengaku kecewa atas sikap pengurus Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang terkesan mempermainkan penyelenggaraan Mubes HAMAS ke- VII. Sabtu, (29/12/2018).
Bagaimana tidak, masa jabatan kepengurusan HAMAS sesuai SK sejatinya sudah habis bulan Februari 2017 silam. Pasalnya, sampai sekarang Mubes tidak terlaksana secara normatif sesuai apa yang di harapkan.
Wanhar kepada Media Kabarnasional.net mengatakan, "Pihak pengurus HAMAS sebelumnya juga sudah menjanjikan pelaksanaan Mubes HAMAS bahwasanya akan di gelar pada pertengahan bulan November 2018, faktanya itu juga tidak terjadi. Hingga kemudian mereka menjanjikan lagi kepada para Ketua Paguyuban Kecamatan pada tanggal yang sama 15-16 pertengahan bulan Desember 2018, yang disebabkan desakan dari berbagai pihak, itupun nihil.
"Bahkan, secara mengejutkan pihak HAMAS dalam tempo yang sesingkat singkatnya membagikan undangan Mubes dengan tiba -tiba kepada seluruh Paguyuban Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dalam rentang waktu H -2, namun ada juga yang di terima oleh setiap Paguyuban H-1,"katanya Wanhar.
Lanjutnya Wanhar, "Alhasil, secara sepihak akan menggelar pelaksanaan Mubes pada hari Minggu besok 30 Desember 2018 tanpa adanya transparansi informasi publik kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan serta juga dalam melakukan koordinasi secara intens dengan para Ketua Paguyuban Kecamatan.
Padahal, "Sebelumnya kami para Ketua Paguyuban Kecamatan sudah sangat menghargai pihak HAMAS dengan melakukan langkah persuasif.
Pun demikian, melakukan audiensi dengan pihak HAMAS terkait penyelenggaraan Mubes HAMAS VII ini. Akan tetapi, mereka terkesan mangkir dengan tidak serius dalam merespon permasalahan, sehingga langkah konkret itupun tidak berhasil," Pungkas Wanhar yang juga mantan Gubernur Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry periode 2015-2016.
"Ini pembodohan publik, pihak HAMAS sudah mencederai dan mencoreng roda organisasi yang pada prinsipnya hal-hal yang substansial ini tidak terjadi. Saya menilai ada indikasi lain yang representasinya sarat akan kepentingan pihak HAMAS. Idealnya, Mubes HAMAS ini sejatinya mesti dilakukan secara profesional dan proporsional sebagaimana tupoksi yang di terapkan dalam amanat AD/ART HAMAS,"Tegas Wanhar.
"Jangan kemudian, pihak HAMAS tidak netral dalam menyelenggarakan Mubes dan ada upaya untuk mendiskrimanasi Paguyuban Kecamatan yang menginginkan keadilan,"Cetus Wanhar yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banda Aceh.
Ia menambahkan, "pihak HAMAS sudah salah kaprah dalam menjalankan roda organisasi yang esensinya bersifat kekeluargaan. Sejatinya mereka tidak menafikan jalur koordinasi yang jelas terhadap Paguyuban Kecamatan dalam mengambil setiap kebijakan, karena akan berakibat destruktif terhadap transformasi HAMAS kedepan.
Dengan demikian, siapapun yang diamanahkan untuk menjalankan roda organisasi HAMAS ini kedepan, kiranya perlu pencerdasan terhadap hal-hal semacam ini supaya tidak "Coe Ujoeng", tutupnya. (Red)
Serapan Anggaran Rendah, YARA Minta Plt Gubernur Aceh Evaluasi P2K- APBA
Foto : Safaruddin Ketua YARA
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin meminta Plt Gubernur Aceh untuk mengevaluasi kinerja Unit Kerja Percepatan dan Pengendalian P2K-APBA.
P2K harusnya bisa membantu Gubernur dalam penyerapan anggaran pembangunan sehingga pembangunan di Aceh dapat maksimal dan di nikmati oleh masyarakat. Banda Aceh, Jum'at (12/14/2018).
Safaruddin Mengungkapkan, "unit P2K harusnya membantu Gubernur dalam penyerapan anggaran untuk pembangunan sehingga hasil dari serapan anggrannya dalam bentuk bangunan fisik dapat di nikmati oleh masyarakat,"ungkap Safar.
Dari pantauan YARA, "Progres penyerapam APBA per 26 Desember 2018 hanya sebesar 74,4 % sisa 10,6% atau sekitar 1,62 T dengan rincian anggran yang belum terserap:
1. PUPR 436M
2. Pengairan 256 M
3. Dinkes 162 M
4. Perkim 66 M
5. DPKA 32M
6. Dispora 29
7. Tanbun 21 M
8. Disnaker 21 M
9.Dishub 20 M
10. Dis ternakan 15 M
11. Arsip & Perpus 13 M
"Dari pantauan kami, serapan APBA masih 74,4% dari target realisasi 85% APBA per 26 Desember 2018 atau masih bersisa sekitar 1,62 Triliun dengan sebaran di berbagai SKPA, ini sangat berbahaya bagi keberlanjutan pembangunan di Aceh,"Tambah Safar.
"Selain kinerja dalam percepatan dan pengendalian P2K juga banyak menimbulkan masalah dalam pembangunan Aceh terutama yang menggunakan dana Otsus dimana dengan percepatan yang dilakukan oleh P2K banyak perencanaan pembangunan strategis dari dinas teknis tidak matang, seperti banyak pembangunan yang tidak ada AMDAL/Izin Lingkungan, perencanaan proyek yang tidak matang, lahan yang belum jelas, pembebasan tanah yang tidak clear and clea, dan fungsi pengendalian yang dilakukan oleh P2K juga tidak berjalan dengan baik dan salah arah karena banyak permasalah diperencanaan yang terlanggar, sehingga bukan pengendalian yang di peroleh tapi malah berefek kepada kerugian negara ini terbukti dari banyaknya proyek staregis yang tidak selesai dan tidak dapat dikendalikan dengan benar sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,"jelasnya.
"Upaya Penyelamatan Proyek Kritis, Saat ini banyak proyek kontruksi yang strategis di Aceh tidak selesai diakhir tahun maka Pemerintah Aceh perlu mengambil langkah-langkah penting sebagai upaya penyelamatan tersebut dengan membuat regulasi penyelamatan seperti Pergub pemberian kesempatan penyelesaian proyek konstrukasi strategis diakhir tahun atau Pergub Kontrak Kritis di Akhir Tahun".
Sehingga jika proyek tersebut tidak selesai malah memberikan efek yang lebih besar karena banyak kontrak yang di putus berakibat banyak bangunan jalan, jembatan, gedung dan sarana prasarana publik lainnya tidak dapat berfungsi, ini dapat menimbulkan kerugian negara dan dana Otsus untuk Aceh tidak bermanfaat. (Red)
Ratusan Mantan GAM Independen Tolak Prabowo Di Aceh
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Ratusan Mantan kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) independen wilayah Banda Aceh dan Aceh besar gelar pertemuan konsolidasi, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, (27/12/2018). Yang bertempat disalah satu warung Kopi di Aceh Besar.
Acara Pertemuan Ketua GAM (Gerakan Aceh Merdeka) Independen dengan mantan anggota GAM wilayah Banda Aceh dan Aceh besar untuk mendukung Jokowi dua Priode dan menolak Prabowo di Aceh.
Pertemuan tersebut dihadiri sekitar lebih ratusan mantan anggota GAM di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar yang diantaranya, Sufaini Usman Syekhky selaku ketua Presidium GAM Independen, Raja Ulee selaku Ketua Keamanan, serta Para Tokoh Gam Independen Banda Aceh dan Aceh Besar, dan Para Kombatan Gam Independen Banda Aceh dan Aceh Besar.
Ketua Presidium GAM Independen Sufaini Usman Syekhy, menyampaikan, "Saudara- saudaraku para mantan tokoh dan mantan Kombatan Gam, khususnya para mantan tokoh dan Kombatan Gam yang ada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, harus kita ketahui bersama bahwa kondisi Aceh sekarang ini sangatlah kacau balau, para pemimpin yang saat ini sudah menduduki jabatan di pemerintah dan yang dulu pada saat bersama- sama berjuang dan berjanji akan membangun dan mensejahterakan masyarakat Aceh namun saat ini mereka lebih mementingkan dan memperkaya dirinya masing- masing tanpa memikirkan kita dan masyarakat aceh pada umumnya,"katanya Syekhy
Lanjutnya, "Hari ini saya mengundang dan mungumpulkan saudara disini, untuk kembali berjuang meneruskan perjuangan dan cita- cita almaruhum Abdullah Syafi'i dalam mensejahterkan rakyat aceh yang sampai saat ini belum kita rasakan.
"Kita kecewa dengan Mualem, Panglima yang dulu kita banggakan dan sekarang telah menjadi Ketua Partai Aceh namun di dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2019 justru mendukung dan menyanjun- anjung Prabowo untuk menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pilres 2019,"ungkapnya Syekhy.
"Padahal kita ketahui bersama bahwa Prabowo itu dulu pernah mengejar- mengejar kita, bahkan tidak sedikit teman- teman kita yang meninggal di bantai di hutan oleh Pasukan Prabowo itu.
Syekhy juga menegaskan bahwa, "Kita adalah Mantan anggota GAM bukan Gam Rakitan seperti yang dikatakan oleh Mualem di koran dan media- media, kita akan memperjuangkan kembali keadilan dan kesejahteraan yang dulu pernah kita cita- citakan bersama, namun bukan dengan cara mengangkat senjata tapi dengan memberikan dukungan kepada Bapak Jokowi untuk kembali menjadi Presiden dua periode,"tegasnya.
Tambahnya Syekhy, "Sekarang mari kita buktikan bahwa kita adalah Mantan anggota- anggota GAM yang Independen, yang tidak pernah berpikir untuk menciptakan komplik baru, dan tidak mencari permusuhan dengan TNI -Polri, Gam Independen akan berjuang bersama seluruh masyarakat Aceh agar masyarakat Aceh hidup sejahtera, Gam independen bersama rakyat aceh akan mendukung Bapak Jokowi untuk kembali jadi Presiden RI dua periode serta Gam Independen akan mampu mengalahkan Prabowo di Aceh sekalipun dia didukung oleh Mualem dan Partainya.
"Hari ini saya selaku Ketua Presidium Gam Independen menyatakan atas nama sejuta GAM Idependen di seluruh wilayah Aceh, akan menolak dan akan mengalahkan Prabowo pada Pilpres 2019 di Aceh, serta akan mendung Jokowi dua periode Presiden RI Selanjutnya, sebelum hari pemilihan kita Gam Independen akan mempelopori gerakan atau Mendeklarasikan Dukungan seluruh Masyarakat Aceh kepada Jokowi menjadi Presiden RI Dua Periode,"tutupnya Syekhy. (Red).
ACT Gelar Silaturahmi Dan Diskusi Bencana Stunami Selat Sunda
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Aksi Cepat Tanggap (ACT) laksanakan silaturahmi beserta shering terkait bencana Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, kegiatan Diskusi tersebut dilaksanakan di Cocomix Kafe, Jum'at (28/12/2018).
Kegiatan silaturahmi dan sharing terkait bencana Tsunami selat Sunda tersebut turut dihadiri oleh Thariq Fadlin, Lisdayanti, Rahmat Aulia beserta masyarakat dan kalangan mahasiswa.
Dalam hal ini Thariq Fadlin menjelaskan, "ACT telah menurunkan Tim di beberapa Provinsi dan juga telah mendirikan posko- posko, dan kita juga sudah melalukan Vase- vase emergency 5 kabupaten, 1 Posko induk, 4 Posko wilayah,"jelasnya.
Lanjutnya, "Bantuan yang kita salurkan berupa makanan, alat medis, air bersih, Kain dan lain sebagainya tetap kita salurkan, juga kita sudah siapkan 20 truk untuk korban Stunami,"tutupnya.
Kegiatan diskusi dan Sharing terkait bencana Stuhami di wilayah selat sunda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Sesi diskusi. (Dika/Red)
Plt Gubernur Aceh Perlu selamatkan pembangunan yang terancam mangkrak
Photo: Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin meminta Plt Gubernur menyelamatkan pembangunan yang terancam berhenti akibat kekurangan waktu dalam pelaksanaannya karena berakhirnya masa anggaran tahun 2018, sehingga banyak rekanan yang sedang mengerjakan pembangunan dengan persentase yang sedikit lagi tidak bisa lagi menlanjutkan pembangunannya karena diputuskan kontraknya. Banda Aceh, Jumat (12/14/2018).
Safaruddin Menjelaskan, "Kami mendapat informasi banyak proyek pembangunan yang sudang di atas 85-90% selesai dan butuh waktu sedikit lagi sampai 100%, namun di karenakan tahun anggaran akan berakhir maka semua pekerjaan tersebut akan di hentikan kontraknya dan akibatnya pembangunan tersebut tidak bisa di lanjutkan sampai selesai sehingga ini akan sangat merugikan masyarakat penerima manfaat dari bangunan tersebut seperti jembatan, jalan, waduk dan lainnya,"Terang Safar.
Ketua YARA juga menyampaikan, "keterlambatan dalam proses pembangunan ini merupakan efek dari Pergub APBA, masa tender dan kontrak kerja yang sempit sehingga waktu pengerjaan suatu bangunan tidak tercapai 100%.
"Kami minta Plt Gubernur membuat kebijakan dan memberikan solusi terhadap permasalahan ini, karena tidak bisa di pungkiri bahwa ini adalah akibat dari APBA yang di Pergubkan” pinta Safar.
YARA menyarankan kepada Plt Gubernur untuk menggunakan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta semua perubahannya sebagai payung hukumnya dimana disebutkan dalam Pasal 93 ayat (1) huruf a.2 memberikan ruang kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kurun waktu 50 hari kalender masa keterlambatan. Penjelasan Pasal ini tercantum “cukup jelas”, artinya tidak perlu lagi dimaknai lain.
Dengan demikian, tidak ada larangan jika masa
keterlambatan tersebut melampaui batas akhir tahun anggaran. Pemberian waktu keterlambatan tentu didasari pada itikad baik (good faith) dari masing-masing pihak untuk menyelesaikan pekerjaan. Selama masa keterlambatan Penyedia dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan (Pasal 120).
Dalam Pasal 93 ayat (1) huruf b: “Penyedia Barang/Jasa lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dantidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan”. Penggunaan kata penghubung “dan” pada Pasal 93 ayat (1) huruf b bermakna bahwa pemutusan Kontrak hanya dapat dilakukan jika memenuhi dua unsur, yaitu: 1). Penyedia lalai/cidera janji; dan 2). Penyedia tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Pemutusan Kontrak tidak dapat dilakukan jika hanya memenuhi unsur yang pertama (lalai/cidera janji).
Penjelasan Pasal 93 ayat (1) huruf b: “Adendum bukti perjanjian dalam hal ini hanya dapat dilakukan untuk mencantumkan sumber dana dari dokumen anggaran Tahun Anggaran berikutnya atas sisa pekerjaan yang akan diselesaikan (apabila dibutuhkan). Masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk Pekerjaan Konstruksi disebut juga Provisional Hand Over”.
"Kami menyarankan kepada Plt Gubernur agar menggunaka Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta semua perubahannya sebagai payung hukumnya, dengan menggunakan langkah ini kita berharap pembangunan yang telah dilaksanakan bisa di selesaikan 100% dan dapat di nikmati oleh masyarakat Aceh,"Saran Safar.
Dalam penilaian YARA, "jika Pemerintah melakukan pemutusan kontrak maka akan sangat banyak yang di rugikan, pertama Pemerintah karena target pembangunannya tidak tercapai, kedua Masyarakat karena tidak dapat menikmati fasilitas bangunan sarana public dan ketiga adalah Rekanan yang melaksanakan pembangunan karena mereka sesuai dengan Pasal 93 Ayat (2): “Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa, maka PPK melakukan tindakan berupa: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/Jasa atau Jaminan Uang Muka dicairkan; c. Penyedia Barang/Jasa membayar denda; dan d. Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam”, oleh karena itu perlu kebijakan dan solusi dari Plt Gubernur untuk menyelamatkan pembangunan di Aceh saat ini.
“tujuan dari pembangunan adalah kemanfaat untuk publik, tentu saja prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku, kita tidak ingin proses pembangunan justru akan menimbulkan kerugian bagi pemerintah, masyarakat maupun para pengusaha, dari inilah perlu kebijakan dan solusi dari Plt Gubernur Aceh untuk menyelamat- kan pembangunan yang kritis saat ini,"tutup Safar. (Red)






































