Showing posts with label internasional. Show all posts
Showing posts with label internasional. Show all posts
Dwi Luhnuari: Masyarakat Aceh Jangan Mudah Terprovokasi Isu
Doc photo. Dwi Luhnuari Jumwati Calon Anggota DPR-RI
Dapil-1 Aceh. No Urut 3 PDIP
Kabarnasional.Net, Banda Aceh -Seiring perkembangan teknologi membuat semua orang mudah untuk saling bertukar informasi. Dampak negatif dari perkembangan itu ialah berkembangnya berita Hoaks. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman para pengguna Media Sosial yang mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu dalam menjatuhkan lawan politik menjelang Pilpres dan Pilleg 2019.
Calon Anggota DPR-RI Dapil Aceh I No. Urut 3. Dwi Luhnuari menyerukan, "saatnya bangsa Indonesia dan Aceh khususnya untuk menghentikan berita hoaks (berita palsu) tanpa ada sumber yang jelas, Hoaks tidak hanya di hentikan saat musim kampanye jelang Pemilu 2019. "Lebih dari itu, hoaks memang tidak boleh beredar ditengah masyarakat untuk selamanya". Pada masa kampanye dan Pileg dan Pilpres ini tidak perlu ada yang memanfaatkan informasi Hoaks untuk kepentingan politik," katanya kepada media Kabarnasional.net, pada Sabtu, (05/01/2019).
“Ada hal yang jauh lebih bermanfaat dari pada mengikuti informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas (Hoaks), yaitu meningkatkan tradisi membaca dan menulis (literasi). Hoaks harus dihentikan tidak hanya karena tahun politik, tapi harus ada upaya berkelanjutan dalam memberantas Hoaks untuk menjaga kerukukan masyarakat Indonesia dari pada konflik sosial." Jelasnya Dwi Luhnuari.
"Sudah saatnya tidak memanfaatkan hoaks dalam kepentingan apapun, Hoaks sangat merugikan Bangsa Indonesia dan rakyat Aceh khususnya, karna hal tersebut bisa merusak Keutuhan NKRI,"tutur Dwi Luhnuari.
Dalam hal ini Dwi Luhnuari mengharapkan, "Kaum muda yang merupakan anak-anak jaman now juga harus menghindari berita hoaks yang bisa merusak Keutuhan NKRI," Indonesia tidak akan pernah maju apabila generasi mudah terprovokasi dengan berita-berita tak jelas asal usul.
Moment Pilpres dan Pilleg 2019 hendaknya menjadikan Bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang benar-benar menjunjung tinggi makna dari proses demokrasi yang mengedepan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.(Red)***
RMC Gelar Deklarasi Nyatakan Siap Menangkan Jokowi- Ma'ruf
Rakan Mukhsalmina Center: (Gambar)
Kabarnasional.net, Banda Aceh- Rakan Mukhsalmina Center (RMC) mendeklarasi dukungan Jokowi-Ma'ruf menyatakan siap sedia memenangkan Ir. Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024,"kata Nazaruddin, Sekjen (RMC) Rakan Mukhsalmina center saat membaca deklarasi di kantor Tim Kampanye Daerah Aceh (TKD Aceh), Batoh, Banda Aceh, Rabu (02/01/2019)
RMC mendukung Jokowi Ma'ruf Amin memiliki 3 alasan mendukung Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin pertama ditunjuknya Mukhsalmina sebagai Ketua TKD Aceh dan secara otomatis RMC akan berada di garis depan pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Kedua, RMC menilai Jokowi adalah pemimpin yang pro dan peduli dengan umat beragama khususnya muslim dengan dipilihnya cawapres dari kalangan ulama yaitu KH. Ma'ruf Amin
Ketiga, Pesatnya pembangunan nasional serta pemerataan kesejahteraan.
Deklarasi RMC : (gambar)
Jokowi telah menepati janjinya untuk membangun dari pinggiran dan bersifat Indonesiasentris meninggalkan kebiasaan lama para pemimpin sebelumnya yang bersifat Jawasentris.
Dalam pembangunan manusia dapat dimaknai pelaksanaan pembangunan-pembangunan baru yang lebih bermanfaat. Tanpa mengabaikan pembangunan lama yang juga bermanfaat.
Nazaruddin menyatakan, "kegiatan ini dihadiri 100-an relawan RMC dan pengurus daerah RMC dari kabupaten/Kota Se Aceh.
Tampak pembicara yang hadir adalah Ketua Dewan Pembina Mukhsalmina, Sekretaris TKD Sulaiman Badai, pengurus TKD Muslahuddin Daud dan Helmy N Hakim, serta seluruh undangan dari partai pengusung dan pendukung.
Mukhsalmina selaku ketua pembina ( RMC) Rakan Mukhsalmina center mengintruksikan kepada relawan agar mensosialisasikan Paslon 01 dan sekaligus meluruskan informasi-informasi hoaks yang menyerang Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Mukhsalmina.
PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Terhadap Kejaksaan Agung
Sidang Permohonan Praperadilan : (Gambar)
Kabarnasional.net, Jakarta- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda Sidang Permohonan Praperadilan Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) terhadap Kejaksaan Agung tentang penghentian penyidikan dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun) sampai dengan tanggal (14/1) mendatang. Jakarta, Rabu (02/1/2019).
Hakim Tunggal yang menyidangkan permohonan terkara tersebut, Djoko Indoarto, SH.,MH, membuka persidangan pada pukul 12.55 dengan agenda pembacaan permohonan, namum karena Kejaksaan Agung tidak menghadiri persidangan, sedangkan Pemohon di hadiri oleh Safaruddin, SH, Fakhrurrazi SH, dan Yudhistira Maulana, SH,.
Hakim Djoko menunda sidang selama 10 hari “menunda persidangan ini selama 10 hari kedepan, dan kepada Pihak Pemohon tidak di panggil lagi karena pemberitahuan ini telah di anggap sebagai panggilan sidang, dan untuk Kejaksaan Agung akan di panggil kembali melalui relaas panggilan sidang,"ucap Hakim Djoko dengan tiga kali ketukan palu sidang dengan panitera pengganti Ferynita, SH. Pada 27/11 tahun lalu.
JARI mengajukan Permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung karena menganggap Kejaksaan Agung telah menghentikan sepihak penyidikan yang di tangani oleh Kejaksaan Agung dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun), perkara tersebut di register dengan nomor 168/Pid.Pra/2018. PN. Jak-Sel.
Dalam permohonannya JARI meminta Pengadilan memerintahkan kepada Kejaksaan Agung Agar segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan paling lambat tiga puluh hari sejak Putusan Pengadilan di bacakan. (Ril)
GAM Independen Tanggapi Ocehan Fahri Hamzah Di Twitter, Ini Kata Tgk Syekhy. !
GAM Independen : (Gambar)
Kabarnasional.net, Banda Aceh - Presidium GAM Independen, Tgk. Sufaini Usman Syekhy mengkritik keras pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terkait wacana Ikatan Da'i Aceh yang mengusulkan tes baca Al Qur'an bagi capres-cawapres. Rabu (2/1/2019).
Dalam cuitannya di twitter tanggal 31 Desember 2018, @Fahrihamzah menuliskan "Harusnya gak usah dijawab,@Prabowo pernah tinggal di Jordan 2-3 tahun. Emang bisa tinggal di Negara Arab tanpa penyesuaian lidah? Jangan seret Prabowo ke pertandingan kelas bawah apalagi lawannya juga bukan qori...".
Baca juga : gam independen Bentuk ratusan mantan kombatan
Baca juga : gam independen Bentuk ratusan mantan kombatan
Menurut Syekhy, kepada media kabarnasional.net menjelaskan, "pernyataan Fahri Hamzah tersebut sangat konyol, menyebut baca Al Qur'an oleh capres merupakan pertandingan kelas bawah,"katanya Syekhy.
"Kami atas nama GAM Independen, mengecam keras pernyataan Fahri Hamzah menganggap rendah wacana tes baca Al Qur'an capres-cawapres yang diusulkan Ikatan Da'i Muda Aceh,"ujar Syekhy.
Lanjutnya Syekhy, "ini sangat melukai hati umat islam dan khususnya Bangsa Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat islam. Fahri jangan hina syariah hanya demi membela Prabowo. Pernyataan Fahri Hamzah sangat konyol.
Kita mendesak Fahri Hamzah meminta maaf kepada ummat islam dan Bangsa Aceh khususnya," demikian kata Syekhy dalam rilisnya. (Ril)
Moesee Aceh Gelar Kunjungan Kerjasama Ke Melayu Pulau Pinang Malaysia
moesse Aceh bersama persatuan melayu pulau pinang : (gambar)
Kabarnasional.net, Malaysia - Moesee Aceh yang terdiri dari beberapa Putra- Putri Aceh melakukan kunjungan dan kerjasama terhadap Persatuan Melayu Pulau Pinang, di Pulau Pinang, Malaysia. Rabu (02/01/2019).
Presiden Persatuan Melayu Pulau Pinang, Tan Sri Dato' Haji Mohd Yussof Latiff menyambut kedatangan Moesee Aceh dengan hangat dan penuh haru.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Muafakat Nusantara Aceh-Malaysia dimana disini ada muafakat besar yang akan terjalin dalam bentuk kerjasama serta pengembangan Melayu Nusantara.
Tan Sri Dato' Haji Mohd Yussof Latiff kepada Media Kabarnasional.net menjelaskan, "Hubungan persaudaraan ini perlu dirajut kembali guna menjaga dan menarik kembali ukhuwah yang pernah terjalankan dimasa dahulu khususnya Aceh-Malaysia yang hampir hilang.
"Melayu punya peran peran penting dalam membangun peradaban sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya di Asia Tenggara. Jika ini tidak dibina dan dirawat serta tidak dikuatkan kesatuannya, maka melayu ini akan kehilangan keberadaan serta juga hilang perannya,"Kata presiden melayu pulau pinang.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua seuramoe pasee, Murtadha, "bahwa kita hari ini masih dapat bersosial diakibatkan karena peran penting melayu dalam kepeduliannya terhadap sesama, terbukti salah satu acuan besar yang kita hadapi sekarang dalam perdebatan melayu siapa punya"katanya.
Menurutnya, "melayu ini jauh sebelum Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunai Darussalam, Thailand, Vietnam dan beberapa wilayah lainnya yang terdapat dikawasan Asia Tenggara ini ada, maka melayu itu sudah ada. Hal ini bisa kita lihat dari segi bahasa, seni, senjata khas, pakaian adat dan lainnya yang menurutnya sangat serumpun walaupun terdapat sedikit perbedaan.
Harapannya, "marilah kita sama sama mewujudkan silaturrahmi dan persaudaraan ini tetap kuat dan terjaga sehingga melayu ini tidak terasingkan dari rumahnya sendiri. Kita belajar banyak dari melayu ini, maka patutlah kita menjaganya. Sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi teruslah kita putar dengan gaya melayu dan khas yang ada dari setiap wilayah yang kita punya,"harapnya Tan Sri.
"Ada dua hal yang bisa kita lakukan sekarang ini jika kita ingin menyelamatkan melayu ini.
Menuntut perubahan dan menciptakan perubahan. Jika kita tidak sanggup dengan aksi gerakan masa dalam menuntut perubahan dalam sistem yang ada dan terabaikan, maka lakukan lah dalam menciptakan perubahan itu dengan sistem yang anda punya yaitu dengan cara ambil peran dari segi pendidikan, sosial dan budaya nya,"ujar Ketua Moesee Aceh.
Harapannya, "marilah kepada seluruh handal taulan kita merajut kembali hubungan saudara yang pernah kita punya, ikat kembali persaudaraan ini dengan kuat dan kita hidup serumpun serta rukun dan hasilnya apa yang kita impikan betul adanya akan terjadi,"tutupnya. (Red/HR)
TNI Hadir Untuk Melindungi Rakyat Bukan Untuk Membunuh
(Foto): Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi.
Kabarnasional.net, Jayapura- Menyikapi Seruan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Yunus Wonda (YW) serta para pimpinan Fraksi DPR Provinsi Papua pada hari Kamis (20/12/2018).
kepada Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri agar menarik seluruh aparat TNI-Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Kabupaten Nduga pasca terjadinya tindakan pembantaian secara keji terhadap puluhan orang Pahlawan Pembangunan Papua di Puncak Kabo Distrik Yigi Kab. Nduga pada tanggal 1-2 Desember lalu.
Kapendam XVII/Cenderawai Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi awak media memberikan tanggapan. Saya sudah baca seruan tersebut yang diberitakan oleh beberapa media, ujar Aidi. Seruan tersebut menunjukkan bahwa Gubernur dan Ketua DRP serta pihak-pihak tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)- nya sebagai pemimpin, pejabat dan wakil rakyat. Bahwa seorang Gubernur adalah wakil dan perpanjangan tangan pemerintah pusat dan Negara Republik Indonesia (RI) di daerah.
Gubernur berkewajiban menjamin segala program Nasional harus sukses dan berjalan dengan lancar di wilayahnya. Bukan sebaliknya malah Gubernur bersikap menentang kebijakan Nasional.
Kehadiran TNI-Polri di Nduga termasuk di daerah lain di seluruh wilayah NKRI adalah untuk mengemban tugas Negara guna melindungi segenap Rakyat dan seluruh tumpah dara Indonesia kok Gubernur dan ketua DPR malah melarang kami bertugas, sedangkan para gerombolan separatis yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran hukum dengan membantai rakyat, mengangkat senjata untuk melawan kedaulatan Negara malah didukung dan dilindungi.
Sampai sekarang masih ada empat orang korban pembantaian oleh KKSB yang belum diketahui nasibnya dan entah dimana rimbahnya. Bapak Gubernur, Ketua DPR, Para Ketua Fraksi-Fraksi DPR, Pemerhati HAM dan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan, Apakah Saudara-Saudari semua dapat memahami bagaimana perasaan duka keluarga korban yang setiap saat menanyakan kepada TNI-Polri tentang nasib keluarganya yang masih hilang ? Apalagi kalau mereka mendengar bahwa TNI-Polri telah menghentikan pencarian karena perintah Gubernur dan DPR. ? Dimana hati nurani Saudara-Saudari sebagai manusia sama-sama ciptaan Tuhan apalagi sebagai pemimpin? Bagaimana kalau hal tersebut terjadi pada Anda ?
Sebagaimana yang tertuang dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH, Pasal 67. Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi: khususnya poin; a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan poin f. melaksanakan program strategis nasional.
Dengan demikian bila Gubernur LE bersikap mendukung perjuangan separatis Papua Merdeka dan menolak kebijakan program strategis Nasional maka LE telah melanggar UU Negara dan patut dituntut sesuai dengan hukum.
Gubernur adalah ketua Forkopimda di daerah dimana anggotanya meliputi Pangdam, Kapolda Ketua Pengadilan dan Kepala Kejaksaan. Dengan posisinya LE seharusnya melaksanakan rapat Forkopimda untuk bersama-sama membahas tentang upaya menumpas gerakan separatis diwilayahnya. Bukan membuat satatemen yang seakan-akan menjadi juru bicara gerombolan separatis dan menyudutkan peranan TNI-Polri dalam penegakan hukum.
Kodam XVII/Cenderawasi tidak akan menarik pasukan dari Kab. Nduga. Selaku prajurit di lapangan hari raya bukanlah alasan untuk ditarik dari penugasan, karena kami yakin Tuhanpun juga Maha Tahu akan kondisi itu. Sebagian besar Prajurit kami juga ummat Kristiani. Pangdam dan Kapolda juga hamba Tuhan.
Kami Parjurit sudah terbiasa merayakan hari Raya di daerah penugasan, di gunung, di hutan, di tengah laut atau dimanapun kami ditugaskan. Dan tidak ada masalah dengan perayaan Natal di Mbua dan Yigi Kompleks, Rakyat dan aparat keamanan khususnya ummat Kristiani akan melaksanakan ibadah secara bersama-sama. Tanggal 6 Desember yang lalu di Mbua dilaksanakan ibadah bersama antara Rakyat dan TNI di Gerja Mbua dipimpin oleh Pendeta Nataniel Tabuni (Koordinator Gereja se Kab. Nduga) dihadiri oleh Danrem 172/PWY Kolonel J. Binsar. P. Sianipar.
Saya ingin menegaskan bahwa terjadinya tindakan kekerasan yang memakan korban dan mengakibatkan trauma terhadap rakyat di Nduga termasuk di daerah manapun di seluruh Indonesia bukan disebabkan karena hadirnya aparat keamanan TNI-Polri di daerah tersebut. Tetapi kekerasan itu terjadi karena adanya pelanggaran hukum, karena adanya gerombolan separatis yang mempersenjatai diri secara illegal, melakukan pembantaian secara keji terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa.
Ingat, mempersenjatai diri sendiri cara illegal itu sudah merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak pernah dibenarkan dari sudut pandang hukum manapun di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Tapi kalau aparat keamanan yang diminta untuk meletakkan senjata, itu adalah kesalahan terbesar.
Jadi menurut Saya Gubernur dan Ketua DPR serta pihak manapun tidak sepantasnya meminta aparat keamanan TNI-Polri ditarik dari Nduga dimana didaerah tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat yang harus mendapatkan penindakan hukum. Justru apabila TNI-Polri tidak hadir padahal nyata-nyata di tempat tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat maka patut di sebut TNI-Polri atau Negara telah melakukan tindakan pembiaran.
Seharusnya bila Gubernur dan Ketua DPR sebagai seorang pemimpin dan wakil rakyat yang bijak, beliau tidak harus meminta aparat keamanan TNI-Polri yang ditarik, tetapi para pelaku pembantaian itulah yang harus didesak untuk menyerahkan diri beserta senjatanya kepada pihak yang berwajib guna menjalani proses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Bukankah gerombolan Separatis pimpinan Egianus Kogoya telah menyatakan bahwa merekalah yang bertanggung jawab telah melakukan pembantaian terhadap puluhan karyawan PT. Isataka Karya? Kalau mereka memang bertanggung jawab harusnya jangan menjadi pengecut dan bersembunyi kemudian kemana-mana berkoar-koar seolah-olah mereka yang teraniaya sedangkan aparat keamanan dituduh sebagai penjahat kemanusiaan.
Kami TNI-Polri bukan datang untuk menakut-nakuti Rakyat apalagi membunuh Rakyat. Yang kami cari adalah mereka para pelaku pembantaian. Rakyat dan aparat TNI-Polri bisa merayakan natal bersama di daerah tersebut. Rakyat tidak perlu merasa terganggu atas kehadiran TNI-Polri di Mbua dan Yigi Kompleks. Yang merasa terganggu adalah mereka para pelaku kejahatan yang berlumuran dosa telah membatai warga sipil yang tidak berdaya.
Kepada para kelompok-kelompok berkepentingan, para pejabat birokrat, wakil rakyat, akademisi, tokoh agama, aktifis, pemerhati HAM dan lain-lain yang selalu berkomentar miring menyudutkan aparat TNI-Polri, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang benar yang dilakukan oleh TNI-Polri, instrofeksilah diri Saudara, berhentilah mengatas namakan rakyat, seolah-olah Saudara adalah dewa pelindung dan penyelamat rakyat, karena belum tentu juga seberapa besar peranan Saudara untuk memihak kepada kepentingan Rakyat. Ketika rakyat sipil atau anggota TNI-Polri yang jadi korban oleh kebiadaban para KKSB, Saudara semua diam, bungkam seribu bahasa. Tetapi manakalah yang menjadi korban adalah pihak KKSB Saudara-saudara langsung bereaksi bagaikan cacing kepanasan. Ini semua indikator apa ?
Saat Asmat dilanda musibah KLB campak dan gizi buruk, TNI adalah institusi pertama yang terjun langsung ke Asmat dengan mengerahkan segala sumber dayanya dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cend dan Panglima TNI, tapi kami tidak pernah tahu bantuan apa yang telah diberikan oleh pemerintah Provinsi dan wakil rakyat terhadap warga Asmat, bahkan mungkin satu kalioun Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur LE tidak pernah menengok warganya yang menderita di Asmat.
Saat bencana Embun Beku melanda di Distrik Kuyawage Lannyjaya pada bulan Juli 2015, yang mengakibatkan ratusan masyarakat Kuyawage eksodus mengungsi ke Tiom, maka Dandim Jayawijaya dan Kapolres Lannyjaya beserta jajaranya yang paling pertama mendirikan tenda-tenda pengungsian, membangun dapur umum, menjemput para pengungsi sampai kepucuk-pucuk gunung, kondisi seperti itupun kami masih diganggu dengan tembakan oleh kelompok Separatis pimpinan Enden Wanimbo. Tapi kami tidak pernah mendengar bantuan apa yang diberikan Pemda Provinsi dan wakil Rakyat terhadap warga Kuyawage.
Saat Mbua dilanda penyakit dimana puluhan Bayi dilaporkan meninggal pada bulan Oktober-November 2015, Kodim 1702/Jayawijaya adalah institusi pertama yang mengirim bahan makanan, lauk pauk, pakaian, selimut dan lain-lain ke Mbuah dan saat itu disambut oleh Pendeta Natalies Tabuni koordinator gereja se Kab. Nduga. Tapi kamipun tidak pernah mendengar bantuan apa yang telah diberikan oleh Pemda Provinsi dan Wakil Rakayat maupun Pemda Kabupaten Nduga terhadap rakyatnya di Mbua.
Termasuk persoalan kemanusiaan lainnya yang melanda Papua selama ini, apakah itu wabah penyakit, bencana longsor, gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, konflik sosial dan lain-lain, TNI selalu hadir sebagai garda terdepan untuk meringankan beban warga yang menderita.
Kami TNI-Polri tidak butuh dipuji dan disanjung terhadap apa yang telah kami lakukan untuk rakyat, karena memang itulah tugas dan kewajiban kami untuk melindungi segenap rakyat dan seluruh tumpah dara kami.
Betul, kami dilatih, dididik, dan disiapkan, bukan untuk membunuh dan terbunuh, tapi kami para prajurit adalah orang-orang yang paling menghargai kehidupan, karena kami siap mempertaruhkan kehidupan kami sendiri untuk menjamin kehidupan rakyat kami dan kehidupan yang lebih besar.
Selaku Prajurit TNI dan Pribadi Saya sangat hormat dan bangga kepada Walikota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tommy Mano, M.M atas peryataan sikapnya yang tetap setia kepada NKRI dan menentang sistem yang tidak demokratis berlangsung di tanah Papua ini, yaitu sistem Noken. Bapak walikota telah mempresentasikan dirinya sebagai Negarawan sejati yang menempatkan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan golongan, kelompok apalagi kepentingan Pribadi. Bapak walikota Jayapura peatut menjadi contoh dan panutan bagi setiap Kepala Daerah, setiap pemimpin termasuk setiap tokoh Bangsa di seluruh Wilayah NKRI.
Otentikasi: Kapendam XVII/Cenderawasi
Kolonel Inf Muhammad Aidi.
Sidang Paripurna DPD RI Sahkan Persetujuan Otsus Aceh Di Perpanjang Pasca 2027
Kabarnasional.net, Jakarta- Sidang Paripurna DPD RI mensahkan persetujuan lembaga DPD RI untuk memperpanjang Otsus Aceh pasca 2027. Pengesahan ini ditandai dengan pengetokan palu sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. Pengesahan ini berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Pimpinan Komite I DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang juga Senator DPD RI Asal Aceh, Kamis (20/12/2018) di gedung Nusantara V Senayan Jakarta.
Senator H. Fachrul Razi, MIP dalam sidang paripurna DPD RI membacakan laporan bahwa Komite I memiliki perhatian penuh terhadap pelaksanaan otsus di Papua, Papua Barat dan Aceh yang diwujudkan dengan mengagendakannya menjadi salah satu fokus pengawasan DPD.
“Apalagi ada persoalan krusial dari keberlakuan UU Otsus yakni terkait dengan akan berakhirnya Dana Otsus. Melalui kewenangan yang dimiliki DPD, khususnya Komite I, telah memanggil Pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, untuk meminta penjelasan atas kebijakan pasca berakhirnya Dana Otsus baik di Provinsi Aceh, Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat.
Kami pun telah menerima aspirasi dari segenap rakyat Papua agar dilakukan evaluasi pelaksanaan otsus selama ini dan mengkaji kemungkinan untuk dilakukan revisi terhadap UU Otsus dan jangka waktu keberlakuan Dana Otsus, baik di Provinsi Aceh, Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat,” tegasnya.
Fachrul Mengatakan bahwa keberlakuan Otsus hingga sekarang ini pada aspek pelaksanaan jauh lebih penting daripada upaya untuk mengubah dan/atau menyempurnakan kebijakan yang sudah ada, terlepas bahwa di dalam kebijakan Otsus tersebut menyimpan sejumlah persoalan substantif.
Dalam pembacaan laporan paripurna, Fachrul Razi mengatakan bahwa "pemberian otsus di Provinsi Aceh, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat menjadi “politik jalan tengah,” untuk meredam gejolak politik dan upaya mempercepat pencapaian kesejahteraan. Oleh karena itu, dengan pertimbangan politik dan mengedepankan persatuan bangsa, maka kebijakan otsus menjadi pilihan terbaik dan rasional untuk dipertahankan.
“Komite I mendukung sepenuhnya keberlanjutan pelaksanaan Otonomi Khusus di Provinsi Aceh, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat, termasuk Dana Otsus didalamnya, dengan memperbaiki mekanisme pengawasan pelaksanaan Dana Otsus dan kebijakan Otonomi Khusus secara menyeluruh,” jelas Fachrul Razi.
Keberlanjutan pelaksanaan Otsus, lanjut Fachrul Razi, harus didukung dengan evaluasi yang komprehensif yang dilakukan secara berkala dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat Pusat maupun Daerah.
“Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) harus diarahkan untuk peningkatan kualitas SDM dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, tepat sasaran dan tepat kegunaan, seperti untuk pembangunan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan dan Pengentasan kemiskinan, Ekonomi dan Kesejahteraan, dan pengembangan kelembagaan Sosial-budaya masyarakat,” jelasnya.
Fachrul Razi merekomendasikan bahwa pemanfaatan dan penggunaan DOKA harus akuntabel dan melibatkan masyarakat agar dapat diawasi bersama-sama. Seperti memberikan label/papan pengumuman setiap kegiatan yang dibiayai dari Dana Otsus supaya diketahui oleh masyarakat.
“Pemerintah menyusun exit strategy pasca kebijakan Otsus Aceh dan mengkaji keberlakuan perpanjangan DOKA jilid II pasca tahun 2027,” tutupnya yang disambut dengan tepuk tangan dari anggota DPD RI seluruh Indonesia. (Red)
Ketua Lemkaspa Bahas Isu Perikanan Aceh Pada Internasional Conference Di Bangkok Thailand
Doc photo. Ketua Lemkaspa Samsul Bahri M.Si
Kabarnasional.net, Thailand- Samsul Bahri S.Pi, M.Si Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) diundang sebagai pemateri pada Thailand Halal Assembly, International Conference yang bertemakan Precision Halalization on Bioeconomy Era, kegiatan tersebut yang dilaksanakan mulai tanggal 14-18 Desember 2018 di Bangkok, Thailand. Rabu (19/12/2018).
Melalui sambungan telepon seluler Ketua Lemkaspa menjelaskan bahwa ,"kehadirannya pada International Conference ini untuk menyampaikan hasil riset kepada masyarakat dunia terkait ide atau gagasan dan temuanya mengenai Halal Science,"jelasnya.
Sebelumnya saya melakukan Joint Riset dengan salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Wahyu Eka Sari S.Si, M.Si, tentang The Perspective of Halal Rubella Vaccine as an Alternative Solution in The Bioeconomic Era dan Pola Migrasi Sumberdaya Tuna di Perairan Aceh dengan judul Technology Characteristics of Fishing Ground of Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Based on Sea Surface Temperature and Chlorophyll-a Distributions in The Waters of Aceh Province on Bioeconomy Era dua hasil riset inilah yang kita sampaikan pada konferensi internasional ini," Kata Samsul.
Dirinya juga menjelaskan, "riset mengenai Vaksin Rubella dilakukan atas timbulnya polemik masyarakat Muslim Dunia terhadap kandungan senyawa dalam Vaksin Rubella terdapat senyawa dari Babi. Dalam hal ini kita meneliti sumber bahan lain untuk mendapatkan antigen yang dapat dijadikan sebagai kandidat Vaksin Rubella. Kedepan dilakukan riset lebih lanjut untuk dapat menemukan alternatif vaksin Rubella yang halal".
Samsul juga menambahkan selain ,"hasil riset tentang Vaksin Rubella, juga memaparkan Teknologi dalam pengelolaan sumberdaya perikanan jenis tuna di perairan Provinsi Aceh dengan memanfaatkan Teknologi Satelit, guna menjaga keberlanjutan sumberdaya jenis Ikan tuna yang tersebar di Perairan Aceh dan Samudera Hindia. Saat ini jenis sumberdaya tuna sudah mulai mengalami degradasi di seluruh perairan Dunia,"tambahnya.
"Kedepan perlu dilangkah-langkah strategis dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dengan melibatkan seluruh Stakeholder dan multidimensi dalam keberlanjutan populasi tuna", Jelasnya Samsul.
Thailand Halal Assembly 2018 yang berlangsung di Kota Bangkok 14 sampai 18 Desember 2018 ini merupakan ajang Conference rutin yang diadakan setiap tahun untuk membangun standardisasi kehalalan di seluruh dunia dalam konteks syariat Islam, dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan Delegasi Pemerintah, Dosen, dan Ilmuan dari Negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah. (HK/Red)
Hasil Lengkap Drawing 16 Besar Liga Champion 2018/2019
Kabarnasional.net,
Nyon- setelah melakoni pertandingan penentu di babak penyisihan grup (group stage) yang dilaksanakan pada tanggal 12 dan 13 Desember
2018/2019 selesai maka sudah dipastikan 16 group yang akan kembali bertarung di
babak 16 besar,
Berikut
daftar club yang lolos dari di babak penyisihan grup (group stage)
Juara group : Borussia
Dortmund, Barcelona, Paris Saint-Germain, Porto, Bayern Munich, Manchester City,
Real Madrid, dan Juventus
Runner
up : Atletico Madrid,
Tottenham Hotspur, Liverpool, Schalke, Ajax, Lyon, AS Roma, dan Manchester
United
Selanjutnya drawing babak 16 besar dilakukan di markas
UEFA di Nyon, Swiss, Senin (17/12). Proses drawing dibantu oleh Luis Garcia,
mantan gelandang yang turut membantu Liverpool juara Liga Champions 2005, dan
pesepakbola internasional wanita Prancis, Laura Georges.
Berikut Hasil
drawing 16 besar Liga Champions:
Schalke vs Manchester City
Atletico Madrid vs Juventus
Manchester United vs Paris Saint-Germain
Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund
Lyon vs Barcelona
AS Roma vs Porto
Ajax vs Real Madrid
Liverpool vs Bayern Munich
Schalke vs Manchester City
Atletico Madrid vs Juventus
Manchester United vs Paris Saint-Germain
Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund
Lyon vs Barcelona
AS Roma vs Porto
Ajax vs Real Madrid
Liverpool vs Bayern Munich
Pertandingan
leg pertama akan digelar pada 12-13 dan 19-20 Februari 2019. Sedangkan leg
kedua akan dimainkan 5-6 dan 12-13 Maret 2019.
Prajurit Komando Lintas Laut Militer Raih Dua Emas Pada Asean University games di Myanmar
Kabar Nasional.net, Myanmar- Prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Serda Pom Romdhon yang tergabung dalam Pelatnas tim dayung nasiona, berhasil meraih 2 (dua) emas dari nomor kelas perorangan rowing jarak 1000 meter dan beregu jarak 1000 meter, pada kejuaraan Asean University games di Myanmar, Minggu (16/12/2018).
Serda Pom Romdhon yang juga tergabung dalam tim dayung nasional pada Asian Games 2018, dan Lomba Perahu Naga Asia ke-13 di Fosan China, adalah prajurit Dinas Provoos Kolinlamil.
Dalam perhelatan Olahraga antar mahasiswa Se-Asia Tenggara ini, Serda Pom Romdhon turut tergabung dalam tim dayung Nasional Mahasiswa Indonesia.
ASEAN University Games yang digelar di Myanmar International Convention Center, berlangsung sejak tanggal 8 -20 Desember 2018, dan Indonesia mengirim 180 atlet yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ajang olahraga tingkat mahasiswa ini mempertandingkan 17 cabang olahraga dengan memperbutkan total 1.897 medali. Yakni 587 emas, 587 perak, dan 723 perunggu. Even dua tahunan ini menggelar sebanyak 201 kompetisi dan diikuti sebanyak 2.078 atlet dari negara-negara anggota ASEAN.
Raihan 39 emas, 22 perak dan 24 perunggu membawa Indonesia diurutan kedua klasemen sementara hingga Minggu 16 Desember 2018. Mengungguli tuan rumah Myanmar (peringkat ke-4), Malaysia (3) dan dibawah Thailand. Perhelatan Asia Tenggara “19th ASEAN University Games” (AUG ke-19) dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Myanmar U Myint Swe.
"Indonesia mengikuti 13 dari 17 cabang olah raga yang dipertandingkan Yaitu wushu, badminton, bola voli, renang, catur, sepak takraw, atletik, dayung, panahan, bola basket, pentaque, karate, dan vovinam," kata Didin.
Dalam sambutan pembukaan Wakil Presiden Myanmar, U Myint Swe menyampaikan, "kepada seluruh peserta agar selalu mengingat tujuan pertandingan. Yaitu untuk menunjukkan keakraban dan rasa solidaritas negara -negara anggota khususnya generasi muda.
"Pertandingan olah raga harus memberikan kesempatan bagi para atlet untuk dapat berinteraksi dan bertukar budaya dengan sesama anggota ASEAN. Indonesia selalu mendominasi perolehan medali sejak ASEAN University Games pertama kali digelar pada 1980,"katanya Swe.
Swe berharap, "Ajang seperti ini menjadi tempat pembinaan atlet dan menambah pengalaman bertanding, sehingga kedepan nya dapat menambah prestasi dan mengharumkan nama bangsa masing-masing,"Tutupnya.




























