Babinsa Koramil 11/Darul Imarah Bentuk Karakter Unggul Siswa-Siswi Pramuka
Kabarnasional.Net, Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 11/Darul Imarah Serda Ritno memberikan pelatihan materi dasar kepramukaan bagi Siswa-Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Banda Aceh, berlokasi di Dusun Cot Mee Desa Pasheu Beutong Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, Jum’at (01/03/19).
Menurut Serda Ritno, Gerakan Pramuka merupakan salah satu wahana dalam membentuk karekter bagi generasi muda bangsa agar menjadi lebih unggul dan mandiri.
“Karena kepramukaan mengajarkan pembinaan mental, fisik dan berbagai pengetahuan lainnya, supaya generasi muda menjadi generasi yang berkarakter unggul dan mandiri,” kata Serda Ritno.
Serda Ritno menambahkan, dengan hasil pembinaan ini dapat bermanfaat sebagai bekal mengisi dan memimpin dalam pelaksanaan pembangunan di masa depan, sebab banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan pramuka.
“Kita harus terus memberi motivasi dan mengajak anggota Pramuka Saka Wira Kartika supaya terus membina ilmu kepramukaan, sehingga dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” imbuhnya.
Serda Sigit Ajak Pelajar Jangan Mudah Percaya “Berita Hoax”
Kabarnasional.Net, Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 01/Seulimeum Serda Sigit Mulyadi mengajak kepada seluruh pelajar agar jangan langsung mempercayai berita yang belum tentu benar kejelasannya atau “berita hoax”.
Hal tersebut disampaikan Serda Sigit saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Bendera Mingguan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seulimeum Kabupaten Aceh Besar, Senin (04/03/19).
“Di era kecanggihan tehnologi sekarang ini seperti Handpone Android, membuat “berita hoax” tersebar dengan cepat di media sosial. Untuk itu, kita harus lebih cerdas dalam menanggapi berita tersebut,” katanya.
Apabila menerima berbagai berita-berita atau informasi, lanjutnya, hendaklah memeriksanya terlebih dahulu, agar tidak mudah terpengaruh berita tersebut apalagi berita yang dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa ini.
“Kita jangan cepat menyebarkan berita yang kita terima, pastikan dulu kebenarnya, sehingga kita tidak mudah terpengaruh terhadap berita yang dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan, untuk menangkal berita tersebut, maka perlu adanya peran serta dari seluruh pihak tidak terkecuali orang tua dalam mengawasi anak-anaknya dirumah saat mengakses media sosial.
“Orang tua harus aktif membimbing dan mengawasi anaknya saat mengakses media sosial, karena orang tua adalah garda terdepan dalam mencegah hoax,” pungkas Serda Sigit.
Dandim 0101/BS Instruksikan Anggotanya Junjung Tinggi Netralitas TNI Dalam Pemilu
Kabarnasional.Net, Banda Aceh – Komandan Kodim (Dandim) 0101/BS Letnan Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P menginstruksikan kepada seluruh anggotanya tidak ada yang terlibat dalam kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) baik Pemilihan Presiden (Pil Pres) maupun Pemilihan Legislatif (Pil Leg) Tahun 2019.
Hal tersebut disampaikan Dandim 0101/BS saat memberikan Jam Komandan, usai pelaksanaan Upacara Mingguan di Aula Makodim 0101/BS Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32 Gampong Baro Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh, Senin (04/03/19).
"Saya tidak inginkan ada anggota kita terlibat apalagi mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) politik, kalian harus junjung tinggi Netralitas TNI, agar tidak terjerat ke dalam hukum" tegas Dandim.
Meskipun dalam Pemilu hanya istri anggota TNI atau ibu-ibu Persit yang dapat menggunakan hak pilihnya, namun ibu-ibu diminta harus bijak dan tetap menjaga nilai-nilai Netralitas.
“Ibu Persit yang punya hak pilih juga harus bijak dan tetap netral jangan menggiring ke salah satu Paslon manapun,” pinta Dandim.
Diakhir arahannya Dandim menekankan kepada prajuritnya khususnya para (Bintara Pembina Desa) Babinsa agar memahami betul setiap sudut situasi diwilayahnya, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pemilu.
“Lakukan koordinasi dengan instansi terkait, apabila menemukan tindak pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilu,” pungkas Letkol Inf Hasasndi.
Plt Gubernur Sebut Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemerintah Aceh
Kabarnasional.Net,
Banda Aceh- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan isu
kesehatan merupakan isu yang sangat
penting dan mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh. Oleh sebab itu, program kesehatan menjadi program utama dan
berada di atas program pendidikan dan lingkungan hidup.
Plt
Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT bersama Menteri Kesehatan RI, Pof. Dr.
dr. Nila Moeloek Sp.M (K) menghadiri kegiatan Raker Kesda di Hermes Palace
Hotel, Banda Aceh, Senin 4 Maret 2019
“Karena
apapun tidak dapat dilakukan tanpa adanya kesehatan,” kata Pelaksana Tugas
Gubernur Aceh saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di Hermes
Palace Hotel, Banda Aceh, Senin (4/3). Rakerkesda tersebut mengusung tema
“Kolaborasi Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota
dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Aceh Sejahtera.”
Menurut
Nova kualitas kesehatan di Aceh belum memuaskan, ada lima isu tentang kesehatan
yang saat ini ditangani Pemerintah Aceh. Di antaranya, kata Nova, pencegahan
stunting, penanganan Penyakit Tidak Menular ( PTM),Tuberculosis
(TBC),peningkatan cakupan dan mutu imunisasi serta Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatal ( AKI- AKN).
“Untuk
memperbaiki lima isu tersebut, langkah
yang kami lakukakan tidak hanya melalui pengobatan, tapi juga melakukan
pencegahan,” tutur Plt Gubernur.
Selain
itu, kata Nova, pihak Pemerintah Aceh saat ini telah memberikan sistem
pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan
oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pelayanan tersebut, sambung Nova,
tidak hanya di hadirkan di Provinsi saja tapi juga sampai ke pelosok desa.
Plt
Gubernur mengatakan program JKA Plus merupakan tekad pihaknya untuk memberikan
akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berkualitas dan masif. Meski
demikian, dalam peningkatan kualitas kesehatan, Aceh masih kerap menghadapi
berbagai tantangan seperti kekurangan tenaga dokter, utamanya di Rumah Sakit
Daerah serta belum adanya tenaga medis yang memadai di puskesmas.
“Di
tambah lagi, masih banyak kekurangan kesadaran masyarakat untuk menjaga
kesehatan. Selain stunting, Aceh juga rentang terkena penyakit jantung dan
stroke,” ujarnya.
Selanjutnya,
Nova menuturkan, pihak Pemerintah Aceh juga sedang menyiapkan dan menyusun aksi
penanganan dan pencegahan untuk mendapat hasil yang lebih baik dalam
pembangunan kesehatan kedepan. Selain aksi pencegahan dan penanganan, ia
mengingatkan kepada seluruh stakeholder dalam bidang kesehatan untuk
memverivikasi data kesehatan. Sebab, data tersebut sangat menentukan rencana,
aksi dan tindakan agar bisa tepat sasaran
Nova
menilai bekerja di bidang kesehatan membutuhkan banyak hal, seperti nalar,
kerja keras, kesabaran dan keikhlasan. Oleh karenanya, atas nama Pemerintah
Aceh ia mengapresiasi semua langkah yang telah dilakukan oleh semua komunitas
kesehatan mulai dari pemerintah, TNI- Polri, lembaga nasional sampai lembaga
swasta.
“Saya
berharap nanti ibu mentri menyampaikan langkah yang harus kami lakukan untuk
memperkuat pelayanan kesehatan sehingga visi misi Irwandi Nova dalam mewujudkan
program kesehatan bisa tercapai,” pungkasnya.
Sementara
itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek, mengatakan pihaknya
tidak hanya ingin meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Lebih
lanjut, ia ingin usia kehidupan masyarakat Indonesia berkualitas.
Umur
harapan hidup indonesia dari tahun 1990 sampai 2017 mengalami peningkatan yakni
71,5 persen. Namun untuk Aceh, tutur Nila, usia harapan hidup masih
memperihatinkan karena di bawah presentase nasional, yakni 67,8 persen.
“Insya
Allah Pak Plt Gubernur sangat mementingkan isu kesehatan,sehingga outcome yang
kita dapat adalah kesehatan yang berkualitas,” tutur nya.
Indonesia,
kata Nila, angka kematian ibu masih tinggi dibandingkan Filipina, Vietnam dan
Singapura. Selain angka kematian ibu, tren status kekurangan gizi balita di
Aceh masih cukup tinggi. Menurutnya, semua pemangku kepentingan kesehatan harus
banyak melakukan konsultasi agar anak Aceh tidak menderita stunting.
“Selain
itu, Kita juga perlu memotivasi pencegahan terhadap penyakit diabetes,” tutur
Nila.
Nila
mengajak seluruh stakeholder dalam pembangunan kesehatan untuk menggaungkan
gerakan masyarakat sehat (germas) serta penguatan layanan kesehatan. Selain
itu, untuk menguatkan mutu kesehatan di Aceh, pihaknya telah mengirim tenaga
medis serta berusaha untuk mengembalikan dokter spesialis ke setiap
kabupaten/kota.
AirAsia Tarik Penjualan Permanen dari Traveloka, Ini Alasannya
Kabarnasional.Net, Jakarta - Maskapai bujet AirAsia
menarik penjualan secara permanen dari online travel agent Traveloka. Inilah
alasannya. Dalam
keterangan tertulis yang diterima detikTravel dari AirAsia Indonesia, Senin
(4/3/2019) maskapai bujet yang banyak mengoperasikan rute di Indonesia tersebut
sudah menarik penjualan melalui OTA Traveloka. Keputusan tersebut dilakukan di
semua rute, secara permanen.
Kebijakan
ini dilakukan AirAsia karena sebelumnya, penjualan tiket maskapai tersebut
hilang secara misterius selama dua minggu terakhir. Hal ini, dianggap AirAsia
sebagai sikap diskriminatif dari Traveloka.
"Hilangnya penerbangan kami tentunya
mencederai kerja sama antara AirAsia dan Traveloka. Pihak Traveloka seperti
tidak menunjukkan itikad baik. Traveloka menolak memberikan penjelasan resmi
meskipun sebelumnya kami telah beberapa kali mencoba meminta klarifikasi,"
ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan secara tertulis.
Hal
ini, tambah Dendy, juga dipicu oleh beberapa keluhan pelanggan di media sosial
akan tiket maskapai AirAsia yang sulit ditemukan di Traveloka.
"Peniadaan
beberapa penerbangan AirAsia Indonesia oleh Traveloka menunjukkan dengan jelas
sikap diskriminatif dan berat sebelah. Kami mengamati pesan-pesan di media
sosial yang disampaikan pelanggan tentang ketidaktersediaan tiket AirAsia
justru direspons dengan rekomendasi dari Traveloka untuk memesan tiket maskapai
lain. Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas, AirAsia secara grup menarik
penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka efektif mulai saat ini,"
tambahnya.
Awalnya,
kejadian penjualan AirAsia yang hilang terjadi pada 14-17 Februari 2019 lalu.
Pada rentang waktu tersebut, tepatnya 16 Februari 2019, bersamaan dengan masa
peningkatan taraf (upgrade) sistem pemesanan yang berlangsung selama 13 jam.
Kemudian,
pihak Traveloka merujuk waktu 13 jam tersebut sebagai alasan hilangnya
penerbangan di platform penjualan mereka. Namun, hal ini kembali terjadi pada 2
Maret 2019.
"Kompetisi
seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya
penawaran yang lebih baik. Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi dan
membuat para traveler menjadi dirugikan," tambah Dendy.
Pihak
AirAsia juga mengimbau bagi pelanggan yang sudah membeli tiket melalui aplikasi
Traveloka dan ingin menambah bagasi dapat melalui situs resminya. Jika traveler
ingin membeli tiket maskapai Air Asia, pihak perusahaan juga mengimbau untuk
memesan melalui situs resmi atau aplikasi mobile.
Sumber: Detik.com
Sumber: Detik.com
Wasekjen Demokrat: Andi Arief Ditangkap Karena Narkoba
Doc Photo: Andi Arief
Kabarnasional.Net,
Jakarta - Andi Arief ditangkap karena narkoba. Wasekjen Demokrat itu ditangkap
di hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
Penangkapan
ini dilakukan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Belum
diketahui barang bukti narkoba yang ditemukan saat penangkapan Andi Arief.
"Ya,
benar," kata Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis, Senin (4/3/2019).
Tim
Bareskrim menggeledah kamar yang ditempati Andi Arief, termasuk kamar mandi.
Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti narkoba.
Sumber: Detik.com
Dwi Luhnuari: PT SBA Lhoknga Stop Penerimaan Karyawan Asing
Doc Photo: Dwi Luhnuari Jumwati SE
Kabarnasional.Net, Aceh Besar- Terkait dengan beredarnya informasi terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang sebelumnya bernama Lafarge Cement Indonesia (LCI) sebuah pabrik semen yang berada di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Senin (04/03/2019).
Sejumlah petugas Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh bersama Kanwil Kemenkumham pada Rabu (27/02) langsung melakukan Sidak. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut terdapat 16 Tenaga kerja Asing (TKA), 15 warga Tionghoa, dan 1 warga Australia.
Dalam hal ini Dwi Luhnuari Jumwati SE, selaku pemerhati ekonomi menjelaskan," Penerimaan terhadap Tenaga kerja Asing (TKA) disebuah PT Solusi Bangun Andalas (SBA) tersebut akan berdampak pada mempersempit kesempatan tenaga kerja lokal, menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal yang tidak memiliki keterampilan lebih, dan menimbulkan peluang pengangguran,"jelasnya.
Lanjutnya Dwi, "Dampak negatif masuknya tenaga kerja asing yang paling terasa adalah, terasa menyempitnya lapangan pekerjaan di dalam negeri, hal ini karena jumlah tenaga kerja akan bertambah banyak, Jika tidak diimbangi dengan peningkatan usaha di dalam negeri maka lapangan pekerjaan akan terasa semakin sempit,"katanya.
"Dalam hal ini Kita mengharapkan agar pemerintah dan pihak perusahaan lebih memperhatikan, dan memproritaskan Tenaga kerja lokal dan daerah yang memiliki kemampuan lebih, untuk dapat bekerja di PT SBA tersebut, agar supaya dapat menekan tingkat angka pengangguran di Aceh,"harapnya Dwi (Red)
KIP Aceh: 11.601 Pemilih Penyandang Disabilitas di Aceh siap Ikuti Pemilu 2019
Kabarnasional.Net, Banda Aceh - Katahati Institute kerjasama dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) menggelar sosialisasi bagi para penyandang disabilitas, juru parkir, para petani dan nelayan yang ada di wilayah kota Banda Aceh, Senin (4/3/2019).
Acara bertempat di gedung ITLC Banda Aceh yang dihadiri puluhan orang dengan 4 (empat) elemen masyarakat tersebut di ikuti dengan antusias mendengarkan arahan dan sosialisasi dari KIP Aceh dan Katahati Institute.
Komisioner KIP Aceh bidang sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat, Akmal Abzar mengatakan, "KIP Aceh akan mengutamakan dan memfasilitasi pemilih disabilitas agar hak hak mereka terjamin di pemilihan umum April mendatang.
"Penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang tetap dilayani, kami menjamin hak hak mereka agar tidak dilupakan,"ujar Akmal.
Lanjutnya, "pendataan disabilitas berdasarkan data yang telah terhimpun di KIP Aceh berjumlah 11.601 orang dengan berbagai latar belakang kondisi, diantaranya tuna grahita 2.991, tuna daksa 3.212, tuna rungu/wicara 1.965, tuna netra 1.536 dan disabilitas lainnya 1.897 orang.
selain itu, direktur Katahati Institute, Raihal Fajri dalam paparannya mengatakan, "masih ada sejumlah persoalan yang terjadi dalam proses pemilu, seperti tempat dan lokasi pemilihan belum aksesible untuk kelompok disabilitas meskipun secara regulasi telah dimanahkan.
Pasalnya selama ini, Raihal berpendapat bahwa akses bagi disabilitas masih minim atau merasa kesulitan bagi mereka untuk sekedar ingin menggunakan hak suara di TPS.
Selain itu, Raihal juga menyarankan bagi penyelenggara pemilu, khusus bagi pemilih disabilitas agar disediakan tenaga pendamping untuk membantu mereka dalam menggunakan hak suaranya.
JAMAN Aceh: Insyaallah Jokowi Menang Telak di Aceh
Doc Photo: JAMAN Aceh
Kabarnasional.Net, Banda Aceh-Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Provinsi Aceh, Safaruddin, SH, yang merupakan Relawan pendukung Jokowi optimis Jokowi menang di Aceh, "kami optimis Jokowi-Ma'ruf menang di Aceh.
Keyakinan Safar berdasarkan informasi yang di kumpulkan di seluruh Aceh dari para relawan Jaman yang tersebar di seluruh Aceh, dalam pantauan Jaman di Aceh, dukungan masyarakat Aceh kepada Jokowi semakin hari semakin besar, apalagi selama menjadi Presiden Jokowi sudah sangat sering ke Aceh dan juga sudah menganggap Aceh sebagai kampung halamannya karena pernah tinggal di Bener Meriah saat PT KKA masih aktif, Banda Aceh, Senin (04/3/2019).
"Kami melihat, semakin hari dukungan masyarakat Aceh kepada pak Jokowi semakin besar, masyarakat Aceh yang mendukung pak Jokowi ini sudah menganggap pak Jokowi juga seperti warga Aceh, karena beliau pernah tinggal di Aceh saat PT KKA masih aktif dulu" terang Safar.
Menurut Safar, "dukungan ini juga tidak lepas dari kerja keras para pendukung Jokowi yang terus tanpa lelah menyampaikan keberhasilan kinerja dan prestasi pemerintahan Jokowi.
JAMAN sebagai salah satu relawan pendukung Jokowi terus berkerja mensosialisasikan dan meyakinkan masyarakat di Aceh agar memberikan dukungan kepada Jokowi agar keberlangsungan beberapa proyek strategis nasional di Aceh tetap berlanjut, apalagi dengan perhatian besar Jokowi terhadap Aceh saat ini menjadi penting bagi Aceh untuk memenangkan Jokowi.
Lanjutnya, "dukungan yang semakin besar dari Aceh untuk pak Jokowi ini tidak lepas dari kerja keras partai pendukung dan relawan pendukung pak Jokowi, kami sebagai relawan pendukung juga aktif menyampaikan keberhasilan dan prestasi pemerintah pak Jokowi, apalagi perhatian pak Jokowi kepada Aceh sangat besar saat ini, kita berharap dengan kemenangan pak Jokowi lagi beberapa proyek strategis nasional di Aceh tetap akan berlanjut sehingga pembangunan yang sudah di canangkan oleh pak Jokowi untuk Aceh akan memberikan dampak positif untuk Aceh", tutup Safar. (AlN)
IMPELMA Gelar Silaturahmi Dan Pelantikan Pengurus Baru Periode (2019-2021)
Kabarnasional.Net, Banda Aceh - Ikatan Masyarakat Pelajar Matangkuli Banda Aceh gelar silaturrahmi akbar sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2019-2021. Kegiatan tersebut digelar Sabtu (02/03/2019) di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh.
Pengurus IMPELMA periode 2019-2021 dilantik langsung oleh Ketua Umum Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU), Saifullah, MA dan disaksikan langsung oleh Camat Kecamatan Matangkuli Zulkifli, SE, serta Ketua LPTQ Matangkuli, juga seluruh Dewan Pembina dan Penasihat Impelma.
Ketua Panitia Pelaksana, Al Fadil Muhammad, S.Pd.I menyebut bahwa kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Matangkuli, serta juga mengundakang pengurus IPAU serta seluruh ketua OrKal Se-Kabupaten Aceh Utara, dengan target undangan berjumlah 350 orang.
Dalam Laporannya, Al Fadil juga menyebut kegiatan ini juga diinformasikan kepada semua masyarakat matangkuli di manapun baik secara Via telepon maupun via silaturrahmi secara langsung ke rumah masyarakat matangkuli selaku pembina dan penasihat Impelma. Sementara sumber dana kegiatan ini adalah sumbangan dari masyarakat matangkuli dan beberapa dari masyarakat lainnya.
Ketua Umum Defitif, Rifki, S.Ag setelah dilantik, dalam sambutannya mengucapkan terimkasih kepada semua panitia pelaksana. Menurutnya panitia patut diapresiasi, karena "Jika Mahasiswa lainnya tidur di malam hari hanya untuk bangun di pagi hari, sementara para panitia ini rela tidak tidur di malam hari hanya untuk menghidupkan acara di pagi hari" Ujar Rifki.
Rifki juga menyebutkan bahwa berfikir adalah sumber utama perubahan Chogito ergo sum yakni kamu berfikir maka kamu ada, kutip nya dari perkataan filsuf dunia Rene Descartes.
Selain itu, Rifki juga menambahkan bahwa jika kita ingin mengenal budaya sendiri, maka harus terlebih dahulu keluar untuk mengenal budaya orang lain. Yakni bandingannya dalam sebuah prestasi dan pencapaian diri,"ujar Rifki.
Kemudian di akhir, Rifki sebagai Ketua umum IMPELMA menutup dengan memohon bimbingan dan arahan dari seluruh masyarakat matangkuli, agar nantinya menjadi pilar penggerak yang baik dalam menuju matangkuli berperadaban.
H. T. Mahyuddin, sebagai pembina IMPELMA, dalam sambutannya menyebut bahwa selain pergerakan yang baik juga membuka dan mengajak masyarakat matangkuli untuk memperdulikan diri terhadap pembangunan asrama IMPELMA, yang sangat membutuhkan perhatian semua masyarakat.
Selain itu, beliau juga menasihati semua pengurus agar tetap menjaga solaturrahmi dengan baik dan solid. Karena dengan memperkuat silaturrahmi dapat menjadi modal utana persatuan dan kreatifitas para pengurus nantinya.
Sementara Camat Matangkuli, Mengharap agar semua orang matangkuli khususnya dan masyrakat Aceh pada umumnya dapat melihat IMPELMA dengan menyevut "UNTONG NA IMPELMA,"Kata-kata tersebut diupayakan dapat meningkatkan semangat dan penilain yang baik dari masyarakat bahwa IMPELMA hadir di tengah masyarakat dengan membawa banyak manfaat yang baik.
Acara tersebut ditutup dengan ceramah ketua LPTQ kec. MAtangkuli Tgk. Ismail Ishak dengan memberikan semangat yang kuat agar semua pengurus tetap solid dan pantang mundur sebelum sukses menggapai visi dan misi. (Rif/Red)


























