Sampaikan Update Ekonomi dan Politik di Davos, Menko Luhut: Kami Tahu Apa yang Kami Lakukan
Kabarnasional.net,Davos- Mengawali hari kedua kunjungan di Davos pada Rabu (23/1), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memenuhi undangan untuk menjadi pembicara di acara ASEAN Regional strategy Group Meeting dalam tema "Shaping ASEAN's agenda in the Global Context".
Dalam gelaran tersebut, Menko Luhut diminta untuk menyampaikan tentang kondisi politik terkini khususnya terkait Pemilu 2019 di Indonesia.
"Social media menjadi salah satu isu terbesar karena manipulasi data banyak terjadi di situ (dalam masa kampanye sekarang)," bebernya kepada para peserta yang hadir di Davos-Klosters, Morosani Posthotel, Poststube pagi itu. Minggu (27/01/2019).
Meskipun demikian Menko Luhut menyatakan bahwa tidak ada masalah yang terlalu serius dari kondisi tersebut. "Kami dapat menjamin bahwa pemerintah memonitor dengan sangat baik. Kami sangat percaya diri bisa melaksanakan Pemilu 2019. Kami sudah berpengalaman dengan melaksanakan ratusan Pilkada. Sepanjang ini tidak ada potensi konflik," terangnya kepada puluhan peserta dari unsur pemerintah dan swasta dari sejumlah negara Asia Tenggara.
Khusus kepada para investor Menko Luhut menyampaikan untuk tidak ragu menanamkan modalnya. "Jangan khawatir untuk berinvestasi di Indonesia. Seperti Gojek dan Grab berjalan dengan sangat baik di Indonesia," papar Menko Luhut sembari menyampaikan baiknya capaian kinerja pemerintah dalam 4 tahun terakhir.
"Meski ekonomi dunia melambat, kita masih bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di 5,17%, inflasi stabil di bawah 3,5 %, dan GDP masih bagus," lanjutnya.
Lebih jauh, Menko Luhut menuturkan bahwa dalam hal politik, ekonomi, dan stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi yang bakal digelar Bulan April mendatang, dia tidak melihat ada masalah besar.
"Jangan ragu untuk _invest_ di Indonesia. Negara kami sangat damai, dan kami sangat kaya," ulang Menko Luhut di lain acara yaitu pagelaran Indonesian Night yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara. "Kami tahu apa yang kami lakukan," tambah Menko Luhut mengenai mindset pemerintah sekarang yang melaksanakan pembangunan keberlanjutan yang ramah lingkungan.
Selain hadir di kedua acara tersebut di hari yang sama, Menko Luhut juga menjadi pembicara di acara "Buiding Global Resilience Through the Oceans".
Sederet pertemuan juga dilakukan masing-masing dengan CEO Antony Tan dan Direktur Eksekutif Grab Indonesia Ongki Kurniawan, Presiden dan CEO Forum Pariwisata Dunia Lucerne Martin Bert, CEO Bidang Pertahanan dan Antariksa Airbus Dirk Hoke, Kepala Bidang Ekonomi Sirkular WEF Antonia Gawel, Presiden dan CEO Coca Cola James Quincey, Direktur Pelaksana dan COO WEF Sarita Nayyar dan Gubernur JBIC Mr. Maeda. (L/Red)
Empat Pejabat Indonesia Diundang ke Swiss, Menko Luhut: Indonesia Mulai Populer
Doc Photo: Menko Luhut Panjaitan
Kabarnasional.net, Davos- Tiba di Swiss pada Selasa (22/1), Menko Luhut diagendakan menghadiri serangkaian acara Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019/World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019.
"Mereka, WEF, datang ke kantor meminta saya untuk bicara," ujar Menko Luhut yang hadir di Swiss dalam rangka memenuhi undangan panitia WEF. Minggu (27/01/2019).
Menko Luhut datang bersama 3 (Tiga) menteri lain dari Indonesia yang juga diundang yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.
Misi khusus
Menko Luhut membawa misi khusus dalam kunjungannya kali ini. "Saya jelasin masalah ekonomi, sekarang gimana posisi Indonesia. Yang kedua masalah sampah laut ini sebagai serious matter sekarang, jelasin lagi apa yang kita kerjain seperti penanganan Citarum dan sampah di laut kita yang banyak. Nanti orang juga nanya politik Indonesia," tuturnya yang telah mempersiapkan diri menjelaskan tiga topik terkait ekonomi Indonesia, sampah laut, dan politik.
Menurut Menko Luhut, "kini yang paling penting adalah mengenalkan Indonesia secara utuh. "Memang nggak boleh habis-habisnya karena Indonesia itu Menko Luhut yang berharap kehadirannya dapat membantu mengangkat reputasi Indonesia di mata dunia.
Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup positif, Menko Luhut menilai nampak sekali terjadi perubahan-perubahan sehingga Indonesia mulai banyak dikenal. "Apalagi setelah penyelenggaraan Asian Games yang hebat dan suksesnya Pertemuan Tahunan IMF-WBG kemarin di Bali, karena begitu banyak yang hadir 189 negara dan badan-badan dunia, mereka mengapresiasi penyelenggaraannya hebat. Lalu penanganan bencana di Palu dan Lombok yang semua tertangani secara baik. Harus diterusin supaya jangan lupa orang itu," ungkap Menko Luhut yang ingin menjaga momentum kisah sukses Indonesia menjadi tuan rumah event internasional.
Efisiensi
Prinsip efisiensi tetap menjadi acuan Menko Luhut dalam melaksanakan tugas kenegaraannya ke luar negeri, termasuk kunjungannya ke Swiss saat ini.
"Sangat efisien. Karena kalau nggak kita musti pergi ke negara ini lalu ke negara itu lalu ke negara lain lagi," terang Menko Luhut yang puas dengan cukup hadir di Swiss tapi dapat bertemu dengan berbagai pihak yang berasal dari negara-negara lain. Dengan adanya perhelatan sebesar WEF, mereka semua berkumpul di satu kota yang sama.
Efisiensi tersebut terlihat dari padatnya agenda Menko Luhut di hari pertama kedatangannya. Di hari Selasa (22-1-2019), dia menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming (Dialog Tingkat Tinggi Mengenai Pertanian Berbudget Minim), menjadi pembicara pada sesi Environmental Action Through Trade, pertemuan dengan Cedrik Neike, Anggota Dewan Direksi Siemens AG, mengunjungi Indonesia Pavilion, bertemu Morten Baek selaku Menteri Energi dan Iklim Denmark, pertemuan Multilateral dengan Presiden WEF Borge Brende dan menjadi pembicara dalam Dialog Tingkat Pejabat Tinggi mengenai persatuan dalam keberagaman.
"Permintaan itu banyak sekali karena Indonesia mulai populer,"tutupnya menyatakan bahwa semua agenda di atas merupakan permintaan dari berbagai pihak.
Sekilas Tentang WEF
Pertemuan Davos yang rutin diselenggarakan oleh WEF adalah salah satu forum terpenting yang membahas masalah-masalah ekonomi.
WEF dilandaskan pada ide bahwa dunia memerlukan kerjasama yang lebih erat antara sektor swasta dan pemerintahan untuk menemukan cara terbaik dalam menjawab tantangan global.
Lebih dari 3.000 peserta dari kalangan pemerintahan, ekonom, pelaku bisnis, pelaku seni, budaya dan media berkumpul di kota pegunungan, Davos, di Swiss.
Bill Gates, George Soros, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, CEO Goldman Sachs yang baru David Solomon, dan Ray Dalio Founder Bridgewater adalah contoh nama-nama besar yang dikabarkan hadir tahun 2019 ini. (L/Red)
Menjaring Sosok Ideal Wakil Rakyat Aceh di Pemilu 2019
Doc Photo: Mulyadi Syarief
Kabarnasional.net,- Sebantar lagi Indonesia akan menggelar pemilihan umum (Pemilu), atau tepatnya tanggal 17 April 2019, Pesta demokrasi elektoral lima tahunan ini akan menjadi instrumen bagi rakyat untuk menyalurkan hak suaranya dalam memilih pemimpin negara dan wakil rakyat di Parlemen.
Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pada Pemilu kali ini, untuk pertama kalinya rakyat akan secara serentak memilih calon Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam waktu bersamaan.
Bagi Aceh, dengan kekhususan yang dimiliki dari konsukensi penerapan UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Maka jadi pembeda dalam kontestasi pesta demokrasi elektoral (pemilu) yang dilaksanakan secara nasional. Karena Aceh satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki 4 partai politik lokal (parlok) dan akan dipilih oleh rakyat bersama 16 partai politik nasional.
Pemilu dan Sosok Ideal Wakil Rakyat
Tak berlebihan bila Pemilu 2019 nanti menjadi harapan rakyat Aceh bagi lahirnya perubahan kondisi dan arah pembangunan lintas sektor kedepan nantinya. Apalagi realitas kekinian dengan berbagai persoalan yang berkembang dan dihadapi oleh rakyat Aceh dalam kehidupan sosial masyarakat saat ini.
Melalui Pemilu nanti, rakyat Aceh berharap akan dapat memunculkan wakil rakyat yang berpihak dan pro rakyat. Dengan begitu, maka nantinya para wakil rakyat hanya mewakili suara rakyat dan otomatis akan menempatkan kepentingan rakyat (konstituen) diatas segalanya.
Namun tentu saja harapan diatas tidak secara otomatis akan terwujud dengan mudah adanya. Ada sejumlah faktor yang akan ikut menentukan kualitas wakil rakyat terpilih dari hasil pemilu nantinya. Faktor utama dan menjadi kunci yaitu terletak pada kualitas hasil pilihan rakyat sendiri. Faktor kecerdasan dan kejelian rakyat Aceh sendiri untuk menetapkan pilihan dan memberi mandat suara kepada calon wakil rakyat secara tepat di pemilu nantinya.
Pilihan cerdas adalah pilihan yang didasari oleh proses pembelajaran rakyat terhadap sosok wakil pilihannya. Dalam hal ini, rakyat mesti harus mengenal dengan benar latar belakang dan berbagai sisi dari sosok wakil rakyat yang akan menjadi pilihan nanti.
Untuk menentukan pilihan suara secara tepat, setidaknya rakyat Aceh mesti memiliki variabel kriteria sebagai acuan yang mendasari pilihan nantinya. Dengan adanya variable kriteria maka setidaknya akan turut membantu dalam memilih secara lebih tepat yang selanjutnya berdampak pada kualitas wakil rakyat terpilih.
Salah satu acuan yang dapat kita jadikan acuan adalah kriteria sifat pemimpin dalam islam. Dalam hal ini kita mengenal empat sifat yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau wakil rakyat, yakni sufat shidiq, amanah, fathanah dan tabligh.
Shidiq, makna sederhananya adalah kejujuran. Ini adalah sikap utama yang harus dimiliki oleh seorang wakil rakyat. Lebih luas, shidiq dapat dimaknai sebagai sikap terbuka dan tanpa ada kecurangan dalam menjalankan segala tugas. Lawan dari Shidiq adalah kebohongan, untuk itu kita harus jeli mempelajari beragam janji calon wakil rakyat jelang pemilu.
Amanah, kemampuan menjaga segala sesuatu yang dipercayakan. Maknanya, pemimpin atau wakil rakyat harus mampu bertanggung jawab, tidak saja kepada rakyat yang memberi amanah, namun juga kepada Allah SWT. Untuk itu, calon pemimpin atau wakil rakyat yang menjadi pilihan harus memiliki sifat amanah.
Fathanah, bermakna cerdas. Seorang pemimpin atau wakil rakyat haruslah seorang yang cerdas. Kecerdasan tidak hanya berkait intelektual saja, namun juga handal, sigap dan taktis dalam menghadapi segala persoalan yang terjadi di masyarakat.
Tabligh, maknanya penyampai kebaikan atau dapat dapat diartikan sifat yang senantiasa selalu menyampaikan sesuatu dengan jujur dan bertanggung jawab atas penyampaian dan segala tindakan yang diambilnya. Pemimpin atau wakil rakyat harus menyampaikan sesuatu secara terbuka tanpa menutupi kesalahan yang diperbuatnya kepada umat.
Pada zaman kini, tentu sulit menemukan calon pemimpin atau wakil rakyat yang memiliki seluruh sifat seperti digariskan dalam islam secara sempurna. Namun setidaknya, keempat sifat tersebut diatas dapat menjadi acuan bagi rakyat Aceh atas kriteria sosok ideal calon wakil rakyat yang akan kita pilih nantinya.
Karena itulah, mengenal calon wakil rakyat yang akan kita pilih secara baik adalah hal yang mutlak sehingga rakyat tidak salah memilih dan memberikan suaranya pada pemilu nanti. Karena jika salah, kerugian nyata akan diterima rakyat Aceh sendiri, karena seluruh harapan akan perbaikan dan perubahan kondisi Aceh uang lebih baik kedepan hanya akan menjadi mimpi belaka.
Wakil rakyat terpilih nantinya harus benar-benar mewakili aspirasi dan memperjuangkan segala kepentingan rakyat. Kesalahan memberi suara dan kepercayaan hanya akan mengulang mimpi buruk bagi rakyat. Dengan berbagai masalah yang ada, kita butuh wakil rakyat yang pro dan selalu berpihak kepada rakyat itu sendiri. Dengan demikian maka pembangunan sebagai alat bagi intervensi terhadap masalah akan berpihak dan berkeadilan bagi rakyat Aceh kedepannya. Semoga!
(Penulis adalah Staf Ahli Anggota DPD RI asal Aceh dan Peminat Jurnalistik)
Waled Husaini: Alhamdulillah Bapak SBY Masih Ingat Saya.!"
Doc Photo: Husaini A. Wahab Besama Susilo Bambang Yudhoyono
Kabarnasional.net Aceh
Besar–
Wakil Bupati Aceh Besar Husaini A. Wahab menyambut kedatangan Presiden RI ke-6
Susilo Bambang Yudhoyono di Pasar Saree, Saree, Aceh Besar, (26/01/19).
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang
Yudhoyono, bersama istri Ani Yudhoyono dan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono
tiba di Aceh Besar dalam rangka “SBY Tour Toba – Seulawah” pada Sabtu sore, (26/1).
SBY Tiba di Aceh Besar setelah menempuh
perjalanan dari Kota Lhokseumawe melewati Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya,
Pidie, dan akan bertolak ke Banda Aceh.
“Assalamu’alaikum, apa kabar semuanya?”, begitu
sapaan SBY kepada warga Saree.
Waled Husaini sapaan Wakil Bupati Aceh Besar
menyambut langsung kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat ini, bersama Plt
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan juga ketua DPRK banda Aceh Arief Fadhillah.
“Pemerintah Aceh Besar mengucapkan terima kasih
kepada bapak SBY, khususnya warga Kecamatan Lembah Seulawah, karena sudah
mampir di tempat kami dan berbelanja”, ungkap Wakil Bupati Aceh Besar.
Waled menemani SBY sepanjang berbelanja
di Pasar Saree. Terlihat cukup banyak belanjaan yang dibeli oleh orang nomor
satu di Partai Demokrat itu.
“Alhamdulillah bapak SBY masih ingat saya,
karena saya adalah salah satu ‘ulama Aceh Besar yang pernah umroh bersama
beliau, dan juga sering bertemu ketika membahas masalah konflik, dan sejauh
ini, saya sudah 8 x bertemu dengan beliau”, tutupnya. (Red/humas)
Kabar Duka, Pendiri Grub Sinar Mas Meninggal Dunia
Kabarnasional.net, Jakarta,-
Kabar duka menghampiri dunia usaha Tanah Air. Taipan bisnis dan pendiri Grup
Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu ini 26
Januari 2019 dalam usia 98 tahun.
"Telah meninggal dunia jam 19.43 WIB, Bapak Eka
Tjipta Widjaja dalam usia 98 tahun. Akan disemayamkan di rumah duka
Gatot Subroto Jakarta,"kata Gandhi Sulistiyanto, Managing Director Sinar
Mas Group, dalam pesan WhatsApp-
nya, Sabtu malam.
Eka Tjipta lahir pada 27 Februari 1921 di Quanzhou, China. Pengusaha ini adalah pemilik konglomerasi Sinar Mas Group yang bergerak di bidang perkebunan, pulp and paper, properti, keuangan, serta energi.
Eka Tjipta tercatat memiliki aset senilai US$ 13,9 miliar (Rp 201,5 triliun) di tahun 2018 dan berada di peringkat kedua terkaya di Indonesia, menurut penghitungan Globe Asia. (Red)
Besok Akan di Gelar Diskusi Publik Jejak Jokowi di Gayo
Kabarnasional.net, Redelong- sekelompok pemuda Kabupaten Bener Meriah menggelar diskusi publik dengan tema Menelisik Jejak Jokowi di Gayo, besok Minggu (27/01/2019).
Muhammaddinsyah, penanggung jawab kegiatan tersebut kepada media ini mengatakan bahwa acara tersebut di gelar sebagai bentuk upaya edukasi sejarah.
"Acara ini di Gelar untuk menjawab kebingungan kita semua terkait sejarah bapak jokowi selama beliau di tanoh gayo. Cerita semasa beliau di tanoh Gayo akan kita kupas tuntas,"Ungkapnya.
Ditanyai perihal pemateri dalam kegiatan tersebut, Muhammaddinsyah mengatakan pihaknya akan mendatangkan Penulis Buku Jejak Jokowi Di Gayo, Khalisuddin.
"Kita sudah memastikan kehadiran penulis buku jejak jokowi di gayo, Kanda Khalisuddin untuk hadir. Beliau yang akan menjadi pemateri kita. Kami juga mengundang keluarga angkat bapak jokowi selama di Gayo," Tambahnya
Senada dengan Muhammaddinsyah, Sadra Munawar moderator kegiatan diskusi tersebut berharap warga Bener Meriah khususnya pemuda dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
"Edukasi sejarah besok akan menjawab semua tanya tentang cerita bapak Jokowi di gayo. Kita undang secara terbuka, harapanya kawan kawan bisa datang". Tutupnya (M/Red)
Ngopi Di Sigli, SBY Lepas Rindu Masyarakat Pidie
Doc Photo: SBY Bersama Masyarakat di Kabupaten Pidie
Kabarnasional.net, Pidie- Kerinduan masyarakat
Sigli, Kabupaten Pidie, tak bisa lagi dibendung saat SBY dan rombongan tiba di
Cafe Awesome, Sigli, pada Sabtu (26/1/2019).
Berduyun- duyun
mereka menyambut SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono juga anggota
rombongan Tour De Toba – Seulawah lainnya. Saking banyaknya warga yang ingin
melepas rindu kepada SBY dan keluarga sehingga kapasitas ruangan tak lagi
cukup.
Sebelumnya di
batas kota Sigli, SBY dan rombongan disambut ratusan warga. Juga sekitar 30-an
becak yang dipasangi bendera-bendera Demokrat. Becak-becak ini adalah bantuan
dari Teuku Riefky Harsya, kader Demokrat yang tengah menjabat sebagai anggota
DPR periode 2014-2019. (rils)
Di Pasar Saree, SBY Borong Kuliner Khas Aceh
Doc Photo: SBY Bersama Masyarakat di Pasar Saree
Kabarnasional.net,Aceh Besar- Dalam perjalanan ke
Banda Aceh, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan mampir di Pasar Saree, Lembah Seulawah, Aceh
Besar, Sabtu (26/1/2019).
Di sini, SBY
lantas memborong kuliner khas Aceh, seperti keripik pisang, keripik ubi, pisang
sare, juga kacang rebus.
SBY lantas
mencicip kacang rebus yang dihaturkan pedagang. “Enak, ya,” kata SBY sambil
mengacungkan jempolnya yang disambut riuh-rendah masyarakat yang
mengerumuninya.
Sebelum
melanjutkan perjalanan, SBY berkenan berfoto bersama masyarakat. (rilis)
Ulfa Akhirnya Bisa Kembali Bersekolah, Setelah Mendapat Bantuan Sepeda Dari Kapolsek Peureulak Barat
Kabarnasional.net, Aceh Timur-Senyum kegembiraan terpancar dari Ulfa Humaira (9) putri dari Maimunah (33) warga Dusun Jungka Gajah, Gampong Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat setelah mendapat bantuan sepeda dari Kapolsek Peureulak Barat, Ipda Eko Hadianto, S.E, M.H, pada Jum’at (25/01/2019).
Ulfa Humaira, sebelumnya memutuskan untuk berhenti sekolah karena merasa capek, setiap hari pulang pergi harus berjalan kaki melewati bukit dengan jarak tempuh 3 (tiga) kilo meter dari rumahnya ke tempat ia sekolah di SD Negeri Teumpeun.
Niat untuk berhenti sekolah dialami oleh ibunya (Maimunah) yang tinggal seorang diri membesarkan anak-anaknya setelah berpisah dengan suaminya. Ihwal akan berhentinya sekolah Ulfa yang saat ini duduk di Kelas III terdengar oleh Ipda Eko Hadianto, dan terketuk hatinya untuk membantu, sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar Ulfa.
Usai Shalat Jum’at, Ipda Eko Hadianto dengan didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Peuerulak Barat Ny. Netti Eko Hadianto bersama sejumlah anggotanya mendatangi rumah orang tua Maimunah di Gampong Jungka Gajah, di situlah Ulfa bersama ibunya tinggal, pasalnya mereka tidak mempunyai tempat tinggal.
Kedatangan Kapolsek disambut oleh M. Yusuf Ben selaku Geuchik Teumpeun, Nasir selaku Sekretaris Desa, dan Muktar Kepala Dusun Jungka Gajah. Kepada Kapolsek Peureulak Barat, Ulfa bersama ibunya Maimunah dengan rasa haru mengucapkan terima kasih atas bantuan sepeda untuknya, ini pasti akan menambah semangat lagi Ulfa untuk sekolah.
Senada dengan hal tersebut, M. Yusuf Ben selaku Geuchik Teumpeun mengucapkan terima kasih atas kepedulian kapolsek Peureulak Barat, terhadap warganya dan berharap program seperti ini didakan kembali, karena masih banyak ulfa- ulfa yang lain di gampong tersebut,"ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Peureulak Barat, IPda Eko Hadianto, mengatakan, "apa yang dilakukanya adalah atas dasar ibadah. Selama ada kemampuan, kenapa kita tidak memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan," Ujar Kapolsek.
Ditambahnya, "selain itu kegiatan ini juga merupakan arahan dari pimpinan tertinggi Polri, agar kita selalu peka terhadap lingkungan dan warga sekitar dengan demikian hubungan emosional antara polisi dan masyarakat akan semakin erat, dengan demikian akan mempermudah dalam menjaga kamtibmas,"Terang Kapolsek Peureulak Barat Ipda Eko Hadianto, S.E, M.H.(S/Red).
Plt Gubernur Bahas Peluang Investasi dengan Dubes Perancis
Doc Photo: Nova Iriansyah memberikan Penghargaan kepada Mr. Jean-Charles
Kabarnasional.net,Banda Aceh– Pelaksana Tugas
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membahas berbagai peluang investasi dengan
Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Mr. Jean-Charles Berthonnet dan Duta Atase
Pertahanan, Mr. Gael Lacroix di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat
(25/01/2019).
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima kunjungan
Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean-Charles Berthonnet beserta rombongan
di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Banda Aceh, Jumat 25 Januari 2019. Kunjungan
tersebut dilakukan untuk membahas peluang investasi dan kerjasama antara
Pemerintah Aceh dan Perancis.
Nova menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Aceh membuka peluang besar
kepada para investor baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu ia sangat
berharap Duta Besar Perancis untuk mengajak para investor dari Perancis untuk
melakukan kerjasama dan berinvestasi di Aceh.
Aceh kata Nova memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Seperti
dalam bidang energi, Aceh memiliki potensi pengembangan Wind Turbine karena
memiliki sumber angin yang sangat cocok di sepanjang pantai Aceh.
Selain itu lanjut Nova, Potensi wisata juga sangat bagus di Aceh, antara
lain di wilayah Sabang. Bahkan, Pemerintah Aceh sudah menyediakan lahan bagi
para calon investor yang ingin berinvestasi di Sabang.
“Bisnis perhotelan juga dapat dilakukan di Sabang, karena banyak turis dari
dalam dan luar negeri yang datang ke Sabang,” kata Nova.
Terkait perizinan, Nova memastikan bahwa Pemerintah Aceh akan membantu dan
mempermudah soal perizinan bagi para investor yang ingin menamam modalnya di
Aceh.
Nova meyakini bahwa Perancis memiliki teknologi dan kapasitas untuk
mengembangkan energi di Aceh dan di berbagai sektor lainnya.
Sementara itu, Duta Besar Perancis, Mr. Jean-Charles mengatakan, akan
menyampaikan propsek investasi di Aceh kepada Pemerintahan Perancis dan para
investor di negeranya.
Meskipun baru pertama kali ke Aceh, Jean Charles mengakui sangat tertarik
dengan Aceh, apalagi progres pembangunan di Aceh sudah jauh lebih baik dari
sebelumnya. Berbagai prospek kerjasama dan investasi juga sangat memungkinkan
untuk dilakukan di Aceh.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi batu loncatan untuk membahas
kerjasama dengan Perancis dengan Pemerintah Aceh kedepan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan,
Taqwallah, Kepala Dinas Penamaman modal dan pelayan terpadu satu pintu aceh,
Aulia, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Amiruddin serta sejumlah pejabat lainnya.(Red/Humas)

























